100 Ribu Ibu Muda di Batam Belum ber-KB

201
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sekitar 100 ribu orang ibu berusia produktif tidak ikut dalam program Keluarga Berencana (KB). Ini memicu pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Kota Batam sejak beberapa tahun ini.

”Kami mendata masih ada sekitar 100 ribu ibu muda yang tidak ikut program KB. Itu sekitar 10 persen dari jumlah penduduk sekarang. Ini menjadi perhatian serius kita,” kata Nurmadiah, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Batam di DPRD Kota Batam, Senin (14/9).

Padahal, menurut Nurmadiah, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya program KB tersebut. Layanan ber-KB seperti kontrasepsi sudah ada di Puskesmas di setiap kecamatan.

”Itu gratis. Menurut saya ini yang harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

Melihat pertumbuhan jumlah penduduk saat ini, maka KB menjadi salah satu yang mutlak dilakukan untuk menekan angka kelahiran bayi. Program KB ini juga akan mempermudah perencanaan keluarga, terutama dalam bidang ekonomi.

”Kalau misalnya dua anak, akan sangat mudah merencanakan keuangan. Ini sangat membantu. Jumlah keluarga itu harus disesuaikan dengan pendapatan,” katanya.

Menurut Nurmadiah program KB akan berdampak langsung bagi kesejahteraan keluarga.

”Banyak yang kami lihat, penghasilan pas-pasan tetapi ada anaknya yang lebih dari empat orang. Bayangkan, dengan kehidupan seperti itu harus membiayai anak dengan jumlah banyak,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, drg Candra Rizal mengatakan angka kelahiran bayi di Batam setiap tahunnya meningkat. Ini memang sangat signifikan untuk pertumbuhan penduduk Batam.

Ia menegaskan bahwa angka kelahiran hidup di Batam termasuk tinggi. Artinya sudah dilakukan pola penanganan modern sehingga angka kematian menurun.

”Sudah jarang yang meninggal saat melahirkan, kalaupun ada itu susah dijumpai,” katanya. (ian/bpos)

 

kb

Respon Anda?

komentar