Bagusnya Dana Rp 18 Miliar ini Diapain Ya?

219
Pesona Indonesia
Rumah Mak Rohana,  orang suku laut dari Teluk Paku Kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, yang belum tersentuh program RTLH. Foto: Imbalo
Rumah Mak Rohana, orang suku laut dari Teluk Paku Kelurahan Pulau Buluh Batam Indonesia, yang belum tersentuh program RTLH. Foto: Imbalo

batampos.co.id – Ada anggaran Rp 18 miliar di APBD Kota Batam yang masih menjadi tarik ulur pemanfaatannya. Dana┬átersebut sebenarnya untuk pembangunan rumah tak layak huni (RTLH), namun Komisi IV DPRD Batam ingin dana itu dialihkan untuk meningkatkan skill masyarakat Batam.

“Bukan tidak setuju dana Rp 18 miliar untuk pembangunan RTLH, namun anggaran itu lebih tepat untuk para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) agar mereka dibekali skill untuk hidup,” ujar Ketua Komisi IV (DPRD) Kota Batam, Riki Indrakari.

Riki menjelaskan saat ini dana untuk kegiatan pembekalan skill hanyalah Rp 800 juta. Dana itu sangat kecil, padahal tujuannya sangat baik yakni untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Batam yang kurang memiliki skill, seperti anak putus sekolah, anak kurang mampu, masyarakat hinterland, dan lainnya.

“Jika mereka punya skill, maka lapangan kerja bisa menerima mereka. Mereka punya penghasilan, tingkat konsumsi meningkat dan kejahatan sosial menurun,” jelas Riki.

Peningkatan skill itu menurut Riki mendesak karena masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) Januari 2016 sudah resmi diberlakukan.

Mendengar rencana tersebut, Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsos) Kota Batam, Raja Kamarulzaman mengatakan dana tersebut tak bisa dialihkan, pasalnya diperlukan untuk mengentaskan kemiskinan.

“Tak mungkinlah dana tersebut dialihkan, soalnya digunakan untuk program pengentasan kemiskinan yang terus berlanjut, lagipula sudah diusulkan ke pusat,” kata Raja.

Salah satu bentuk pengentasan kemiskinan tersebut adalah dengan memberikan bantuan rumah tak layak huni (RTLH). (bpos/nur)

Respon Anda?

komentar