Pak BP Batam, Tolong Normalisasi Dam di Batam

220
Pesona Indonesia
Salah satu kondisi dam di Batam yang menyusut. foto: cecep mulyana / batampos
Kondisi dam Muka Kuning yang debit airnya terus menyusut.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Kemarau panjang membuat sejumlah dam yang menjadi sumber air baku utama untuk Batam menyusut tajam. Efeknya, PT Adhya Tirta Batam (ATB) terpaksa melakukan penjatahan aliran air ke masing-masing wilayah di Batam.

Selain kemarau, ancaman utama dam tersebut juga makin habisnya hutan di Batam. Terutama di sekitar dam. Bahkan, beberapa dam mengalami pendangkalan karena menjadi tempat pencucian pasir darat dari aktifitas tambang pasir ilegal di sekitar dam.

“BP Batam itu jangan hanya berpikir sekarang, setahun atau lima tahun lalu. Tetapi harus berpikir sampai 10 tahun, 20 tahun sampai 50 tahun kedepan. Semua dam harus dinormalisasi,” kata Tumbur, Anggota komisi I DPRD Kota Batam.

Terkait aktifitas tambang ilegal dan penebangan hutan di sekitar dam, Tumbur meminta dilakukan penegakan hukum.

“Kalau tidak tegas, maka akan semakin banyak kerusakan di dam kita. Kondisinya akan semakin parah. Harus dipikirkan sejak sekarang,” katanya.

Dam Tembesi yang sudah mulai rusak padahal belum beroperasi harus menjadi perhatian serius BP Batam. Kalau solusi mengatasi kerusakan di sana tidak dipikirkan mulai sekarang, maka nantinya akan sama seperti dam yang lainnya yang sudah rusak, seperti dam duriangkang, Sei ladi dan dam lainnya.

“Lahan yang sudah dirambah di sekitar dam harus dilakukan penghijauan. Ditpam harus mencegah adanya perambahan atau perusakan hutan yang baru,” katanya.

Menurut dia, selain menggunakan dana pemerintah, BP Batam berpeluang untuk bekerjasama dengan pihak lain. Misalnya pemerintah Kota Yokohama, Jepang. Dimana, sebelumnya, Yokohama membuat MoU dengan Pemko Batam serta sudah ada pertemuan dengan BP Batam terkait pengelolaan lingkungan.

“Bisa ditindaklanjuti lagi, termasuk untuk penanganan dam. BP Batam dan Pemko bisa kerjasama juga untuk membantu rehabilitasi dan penghijauan,” katanya.

Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan penertiban untuk bangunan liar dan perambahan hutan di sekitar dam. Meski ia mengakui untuk kawasan dam Tembesi memang masih minim penertiban.

“Kita terus melakukan penghijauan. Sudah banyak ruli yang kita tertibkan. Dan kedepannya, kita juga akan terus melakukan penertiban. Intinya penegakan hukum tetap kita lakukan,” katanya. (bpos/nur)

Respon Anda?

komentar