40 Negara Bebas Visa, Saatnya Batam Panen Wisatawan

271
Pesona Indonesia
Para peserta olahraga Bridge saat mengikuti pertandingan bridge piala Mepora dan gubernur di Hotel Godel View, bebarapa waktu lalu. Kegiatan ini juga diikuti beberapa negara. Memperbanyak event berkelas Internasional salah satu cara menarik wisman ke Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Peserta olahraga Bridge saat mengikuti pertandingan bridge piala Mepora dan Gubernur di Hotel Godel View, bebarapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti beberapa negara. Memperbanyak event berkelas Internasional salah satu cara menarik wisman ke Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kebijakan Pemerintah RI yang membebaskan visa kunjungan 40 negara ke Indonesia diyakini bisa membawa berkah, khususnya Batam. Target menggaet 1,5 juta wisatawan tahun ini bakal mudah dicapai.

“Kami mengupayakan jumlah Wisman ke Batam akan melebihi target. Kami diuntungkan dengan pembebasan visa untuk 40 negara tersebut. Promosi jadi lebih mudah,” kata Rudi Panjaitan, kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Disparbud Pemko Batam.

Negara-negara yang bebas masuk Indonesia tanpa visa antara lain; Republik Rakyat Tiongkok, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru,Mexico, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, Afrika Selatan.

Sebelumnya sudah ada 15 negara yakni; Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Phillipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, Myanmar, Hongkong SAR, dan Macao SAR.

Rudi mengatakan potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk mendaparkan Wisman ke Batam selain Asia Tenggara, juga Asia Tengah, Asia Timur, Eropa, dan Amerika. Australia yang tak termasuk bebas visa tetap tetap saja bisa menyumbang devisa lewat kunjungan warganya ke Indonesia yang cukup banyak, termasuk diharapkan lebih banyak lagi ke Batam. Saat ini, jumlah Wisman asal Cina dan Korea Selatan juga terus meningkat.

“Kalau Singapura dan Malaysia memang menjadi penyumbang terbanyak. Tetapi Asia Tengah juga sudah signifikan. Kita terus melakukan promosi ke Eropa,” katanya.

Harapan Rudi, sejumlah negara-negara Eropa lainnya bisa dibebaskan visanya. Sehingga makin banyak Wisman akan lebih tertarik untuk datang ke Batam. Promosi pariwisata akan lebih mudah, kalau sudah bebas visa.

Saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam terus membenahi objek wisata yang ada di Batam. Termasuk melakukan berbagai kegiatan berskala internasional untuk menarik wisatawan manca negara.

“Seperti tour de Barelang, Perahu Naga di Belakangpadang dan kegiatan lainnya,” katanya.

Sementara itu Sallon Simatupang, wakil ketua komisi II DPRD Kota Batam meminta Disparbud menangkap peluang tersebut. Disparbud harus lebih aktif mengeksplor objek wisata di Batam yang tidak kalah dari negara lain.

“Kita sebagai pintu kedatangan terbesar ketiga di Indonesia. Berbenah dan memperbaiki semua objek wisata menjadi keharusan,” katanya.

Potensi maritim yang ada di Batam seharusnya bisa dikelola dengan baik. Misalnya Pulau Abang yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya yang disebut tidak kalah dari Bunaken.

“Fasilitas ke sana harus diperbaiki, termasuk promosi dan paket wisata ke sana. Banyak objek wisata kita yang belum maksimal kita eksplor ke luar negeri,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar