Akhirnya Sopir Angkot Mau Uji KIR

178
Pesona Indonesia
Petugas Dishub Kota Batam sedang melakukan uji KIR angkot di Batam, mulai Selasa (15/9). Foto: Johanes Saragih/batampos
Petugas Dishub Kota Batam sedang melakukan uji KIR angkot di Batam, mulai Selasa (15/9). Foto: Johanes Saragih/batampos

batampos.co.id – Ratusan sopir angkuta umum jurusan Bengkong melakukan pengujian KIR secara massal dikantor Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Baloi, Selasa (15/9) siang. Uji KIR ini sebagai bentuk solusi yang diberikan Pemko Batam terhadap tuntutan demo sopir beberapa waktu lalu.

Mulyadi, salah seorang sopir mengatakan ia bersama ratusan rekannya melakukan pengujian KIR untuk memenuhi permintaan Pemko Batam. Dalam hal ini, para sopir meminta Pemerintah menertibkan trayek yang membandel serta membubarkan badan usaha yang dianggap tidak jelas.

“Saya sendiri sudah tiga tahun tak mengurus KIR. Tapi demi kejelasan ke depannya, kita bersama-sama berinisiatif mengurusnya,” ujar Mulyadi di lokasi.

Ia menambahkan selama ini para sopir tidak mendapat keuntungan akibat adanya badan usaha atau koperasi. Setiap sopir akan dikenakan biaya Rp 2 Ribu per-hari, ditambah dengan uang pengujian KIR yang mencapai Rp 350 Ribu per enam bulan.

“Tapi uang yang kami bayar ke koperasi itu tidak tau kemana perginya,” terang warga Seipanas ini.

Menurut Mulyadi, keberadaan badan usaha tersebut justru mempersulit keadaan dan tak acuh kepada keadaan para sopir. Seperti, mendapat musibah maupun sopir yang dikenakan tilang.

“Kata pengurusnya, koperasi itu mempermudah. Tapi sampai saat ini kami tidak merasakannya,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kamal, sopir lainnya. Menurutnya, sampai saat ini masih ditemukan bus karyawan yang mengambil trayek angkutan dan masih melanggar izin operasional.

“Masih ada satu-satu yang melanggar. Saya harap ke depannya ada sanksi yang diberikan,” tegasnya.

Dalam pengujian KIR ini setiap angkot melalui pemeriksaan kelayakan bagian kendaraan seperti, body, rem, kaca, hingga lampu.

Data Organda Kota Batam sebelum uji KIR massal ini, dari 2.500 angkot yang beroperasi di Batam, ada 70 persen yang tak lolos uji KIR, sehingga tak laik jalan. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar