Belanja Langsung Pemko Batam Banyak Kejanggalan, Sekda Hindari Wartawan

264
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Riky Indrakari menilai belanja langsung Pemko Batam di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015 banyak kejanggalan. Pos anggaran untuk honorarium pegawai serta belanja barang dan jasa cukup besar.

“Sedangkan anggaran penting seperti belanja modal, justru mendapatkan porsi yang kecil,” tutur Riky Indrakari, Selasa (15/9).

Riki menjelaskan, honorarium pegawai di APBD-P mencapai Rp422 Miliar, meningkat sekitar Rp40 miliar dari anggaran sebelumnya. “Porsinya sekitar 20,1 persen dari total APBD-P,” ungkap Riki Indrakari.

Riki menduga, honorarium pegawai ini sudah habis diambil pegawai di anggaran sebelumnya. Agar legal, pemerintah mengajukan kembali di APBD-P. “Bisa dibilang perampokan. Tapi untuk hal ini perlu dibuktikan kebenarannya,” ungkap Riki Indra Kiri.

Belanja barang dan jasa juga mendapatkan porsi yang cukp besar, sekitar 27,7 persen dari total belanja Pemko Batam. Anggarannya mencapai Rp582 miliar.

Hanya terpaut Rp17 miliar dari belanja modal Pemko yang hanya Rp599 Miliar, atau sekitar 28,5 persen dari APBD-P. “Ini jelas pelanggaran, belanja modal tak sesui ketentuan,” ungkap Riky Indrakari.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 05 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta ditegaskan dalam Permendagri tentang penyusunan APBD, belanja modal minimal 30 persen dari total belanja daerah.”Sejak tahun 2011 hingga saat ini tak pernah memenuhi ketentuan,” beber Riky.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Agussahiman memilih untuk menjauh ketika hendak dikonfirmasi. Menghindari wartawan Agussahiman turun dari ruang Pimpinan DPRD melalui pintu khusus. Melihat ada wartawan Agussahiman naik lagi, dan keluar keluar melalui pintu lainnya. Nomor hapenya tak berhasil dihubungi.”Nomor yang anda tuju sedang sibuk,” jawab operator salah satu GSM.

Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Wan Darusalam juga demikian. Beberpa kali dihubungi melalui handphonenya tak diangkat. Pesan singkat (sms) yang dilayangkan kepadanya pun tak mendapatkan jawaban.(hgt)

Respon Anda?

komentar