Beli Rokok Pakai Dolar Singapura Palsu, Pria Ini Terancam Penjara 5 Tahun

350
Pesona Indonesia
Erwani bin Abdul Azis, terdakwa kasus penggunaan uang palsu saat menjalani sidang di PN Batam, Selasa (15/9). Foto: Fitri?batampos
Erwani bin Abdul Azis, terdakwa kasus penggunaan uang palsu saat menjalani sidang di PN Batam, Selasa (15/9). Foto: Fitri?batampos

batampos.co.id – Erwani bin Abdul Azis kembali menjalani sidang lanjutan pada Selasa (15/9) sore di Pengadilan Negeri (PN) Batam dengan agenda tuntutan. Ia terjerat kasus penggunaan uang palsu saat bertransaksi.

Jaksa Penuntut Umum, Barnad mengatakan terdakwa menggunakan uang palsu dari rekannya Aan Hana Rambe (DPO) sebanyak 4.000 dolar Singapura. “Dia ingin membeli rokok sebanyak 70 slop dengan brand yang berbeda-beda saat berada di perairan Batuampar,” ujarnya.

Saksi korban yang sebelumnya telah dihadirkan, Jasri dan Zulkifli mengaku terdakwa hendak membeli rokok Sampoerna 40 slop, Gudang Garam Surya 10 slop, dan Marlboro 20 slop dengan harga 24 dolar Singapura per slopnya.

“Total harga rokok tersebut menjadi 1.680 dolar Singapura yang harus dibayar terdakwa, dan kemudian ia memberikan uang palsu tersebut senilai 2.000 dolar Singapura, sisanya dikembalikan saksi korban,” terang Barnad.

Setelah meninggalkan TKP, lanjut Jaksa, saksi korban baru menyadari bahwa uang yang diserahkan terdakwa adalah palsu. Saksi korban bersama warga langsung menangkap terdakwa di rumahnya dan diserahkan ke Kepolisian Perairan Polda Kepri.

“Atas ulahnya tersebut, terdakwa dikenakan pasal 245 KUHP dengan tuntutan penjara selama 5 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” tegas Barnad.

Majelis Hakim dengan Hakim Ketua Budiman Sitorus, didampingi Hakim Anggota Juli Handayani dan Alfian memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan. Kesempatan tersebut langsung dipergunakan terdakwa Erwani dengan pembelaan secara lisan.

“Saya mengaku bersalah Yang Mulia, mohon ringankan hukuman saya,” ungkap terdakwa.

Usai mendengarkan pembelaan tersebut, Majelis Hakim mengetuk palu untuk melanjutkan perkara ini dengan sidang agenda putusan pada Selasa (22/9) pekan depan.

Sementara dari JPU Barnad menyatakan, untuk tetap pada hasil tuntutan. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar