Siap-Siap, Kamis dan Minggu Air ATB Mati Total

895
Debit air Dam Seiharapan yang terus menyusut. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Debit air Dam Seiharapan yang terus menyusut. Instalasi pengolahan air (IPA) di dam ini akan berhenti total beroperasi setiap Kamis dan Minggu, mulai 17 September 2015. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola air bersih di Batam mengubah sistem pembagian air. Jika sebelumnya mati bergilir, mulai Kamis (17/9) dan Minggu (20/9) ini, aliran air mati total di area yang dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) Seiladi dan Seiharapan.

“Kedua IPA tersebut tidak dioperasikan selama dua hari untuk lebih memperpanjang masa ketahanan air baku,” ujar Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, Selasa (15/9).

Enriqo mengatakan, jika water rationing tidak dilanjutkan, maka masa ketahanan air baku dengan kondisi terkini di Dam Seiharapan hanya akan bertahan hingga akhir Oktober 2015 dan Dam Seiladi hingga awal Januari 2016.

“Sebelumnya IPA ATB itu beroperasi 24 jam dengan produksi 70 persen, kini dengan sistem rationing terbaru, ATB hanya akan mengoperasikan IPA setiap Senin, Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu, namun dengan jumlah produksi penuh atau 100 persen,” ungkap Enriqo.

Ia melanjutkan, ATB melakukan perubahan sistem agar suplai air saat rationing lebih merata. Saat ATB mengurangi jumlah produksi, tekanan air berkurang sehingga pelanggan yang tinggal di lokasi lebih tinggi dan terujung dari IPA sulit tersuplai air bersih

Saat produksi IPA hanya 70 persen, beberapa pelanggan yang berlokasi di hilir mendapatkan suplai air hanya beberapa jam, itupun waktu mengalirnya sudah sangat larut. Sementara pelanggan yang berlokasi di hulu relatif tidak terpengaruh rationing. Air masih tetap mengalir 24 jam meski alirannya mengecil.

ATB mengubah sistem rationing agar pelanggan terujung dari pipa dan berlokasi lebih tinggi dapat tetap menikmati air bersih karena suplai dan tekanan air akan sama seperti sebelum rationing diberlakukan pada awal September 2015 lalu.

“Sistem rationing ini memungkinkan masyarakat dapat lebih memperkirakan kapan harus menampung air karena rationing lebih terjadwal,” katanya.

Meski begitu, pelanggan yang lebih dekat dari IPA dengan lokasi yang lebih rendah diharapkan menampung dan menggunakan air seperlunya. Apalagi untuk pelanggan hulu, bila Kamis mati air, Jumat sudah menngalir kembali.

Ia menegaskan, pelanggan yang berada di hilir, sedikit banyak akan tergantung pada pelanggan yang berada di hulu. Bila pelanggan terdekat dari IPA menampung dan menggunakan air seperlunya, otomatis pelanggan terjauh dan berada di lokasi yang lebih tinggi akan lebih cepat menikmati air bersih usai IPA kembali dioperasikan.

“Kami minta toleransi juga dari pelanggan hulu agar pelanggan hilir juga dapat lebih cepat menikmati air bersih. Mari kita bersama-sama lebih hemat menggunakan air,” imbaunya. (bpos)

Respon Anda?

komentar