Belanja Modal Pemko Batam Kurang dari 30 Persen, Banyak Proyek Titipan?

316
Pesona Indonesia
Aman, anggota Komisi II DPRD Batam. Foto: Yusuf/batampos
Aman, anggota Komisi II DPRD Batam. Foto: Yusuf/batampos

batampos.co.id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peraturan
Daerah (Perda) Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Aman
mengatakan belanja modal Pemerintah Kota Batam dibawah standar yang ditentukan. Dalam Perpres, Kemandagri, maupun Perda disyaratkan belanja modal sebesar 30 persen dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dalam Perda pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah kita
mendorong besarnya belanja modal, minimal 30 persen,” ungkap
Aman dihubungi Batam Pos, Rabu (16/9).

Semakin besar belanja modal, lanjut Aman, makin banyak
infrastruktur yang terbangun. Bila sedikit, artinya
pembangunan untuk kepentingan umum semakin minim. Belanja
langsung, banyak dipergunakan untuk barang dan jasa serta
honorarium pegawai.

Minimnya belanja modal bukan kali ini saja terjadi, sejak
tahun 2011, presentasinya tak pernah menyentuh 30 persen.
Menurut anggota Badan Anggaran, Riky Indrakari hal tersebut
jelas menyalahi aturan. “Ini pelanggaran,” kata Riky.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengaku selalu mengingatkan
Pemerintah agar mengalokasikan lebih besar untuk belanja
wajib. “Setelah yang wajib, belanja yang lain menyesuaikan
sesui dengan kemampuan,” kata Nuryanto. Seperi bazar sembako
murah, bantuan sosial, serta belanja barang dan jasa.

Menurut Nuryanto belanja modal harus sesuai dengan ketentuan,
minimal 30 persen. Minimnya belanja modal diduga karena adanya
permainan ataupun kepentingan. “Karenanya akan kita evaluasi,
ini kan masih dalam pembahasan,” tuturnya.

Terpisah, Akademisi Universitas Batam (Uniba) Lagat Siadari
menyebutkan, minimnya belanja modal diduga adanya titipan
proyek.

“Bila sudah seperti ini, programnya menjadi tak benar,” ungkap
Lagat.

Pemerintahan yang bagus, lanjut Lagat orientasinya mendorong
pembangunan ekonomi masyarakat.”Salah satunya pembangunan
infrastruktur,” ungkapnya. Bukan bantuan sosial yang hanya
dirasakan dalam waktu singkat. “Sekadar bagi-bagi uang,”
ucapnya. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar