Cadangan Beras di Batam Cukup hingga Akhir Tahun

201
Pesona Indonesia
Beras Bulof. Foto: net
Beras Bulof. Foto: net

batampos.co.id  – Kepala Perum Bulog Batam, Pengadilan Lubis mengatakan saat ini cadangan beras di Batam mencapai 2.200 ton. Angka tersebut bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat hingga akhir tahun 2015.

“Jadi tidak perlu khawatir,” kata Pengadilan saat Groundbreaking Coastal Surveillance System bersama instansi terkait lainnya di Kantor (BC) Tipe B Batam, Batuampar.

Menurutnya, saat ini cadangan beras se Indonesia mencapai 500 ribu ton, yang terbagi dari wilayah Jawa, Sulawesi Selatan, Palembang, dan Padang. Namun, kebijakan Presiden Joko Widodo untuk menutup impor beras ke Batam akan menganggu cadangan dan harganya.

“Tapi kalau impor beras ditutup maka Bulog pusat bisa masuk ke Batam atau kita minta,” tuturnya.

Seperti diketahui, masyarakat Kepri yang berjumlah 2,4 juta penduduk setiap harinya akan mengkonsumsi 0,4 kilogram beras perjiwa dalam sehari. Bahkan 90 persen masyarakat masyarakat Batam megkonsumsi beras impor dengan harga terjangkau dan kualitas tinggi.

Namun kebijakan orang nomor satu di Indonesia tersebut dinilai akan menganggu cadangan beras di Batam maupun harga beras yang nantinya diprediksi akan melonjak tinggi.

“Kalau dampaknya (penutupan impor beras) pasti ada. Kita lihat sebulan ini dan akan dilaporkan ke pusat,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo.

Ia menambahkan pihak BC sudah menutup 90 persen akses masuknya impor beras ke Batam. Bahkan, ia meminta kebijakan tersebut disesuaikan dengan kota lainnya yang mendapatkan izin kuota impor beras.

“Banyak dampak positif yang diambil jika impor beras diizinkan, termasuk berpotensi penerimaan bea masuk dari beras,” papar Nugroho. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar