Dua WN Inggris Segera Disidang

251
Pesona Indonesia
Neil Borner dan Becky Prosser  saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dalam pelimpahan tahap II, Rabu (9/9/2015). Keduanya diduga melanggar Undang-Undang Keimigrasian RI saat melakukan peliputan dan pembuatan film dokumenter di Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Neil Borner dan Becky Prosser saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dalam pelimpahan tahap II, Rabu (9/9/2015). Keduanya diduga melanggar Undang-Undang Keimigrasian RI saat melakukan peliputan dan pembuatan film dokumenter di Batam.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua Warga Negara (WN) Inggris, Niel Richard Goerge Bonner dan Rebecca Bernadette Margaret Prosser segera disidangkan terkait berkas perkara yang sudah di limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/9) siang.

Jaksa yang menangani perkara tersebut, Povrizal mengatakan pihaknya kini tinggal menunggu jadwal persidangan dari PN Batam. “Dua WN Inggris yang melakukan pembuatan film dokumenter di Batam itu tidak mengantongi izin resmi sehingga melanggar UU RI tentang Keimigrasian yang terancam hukuman penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta,” ujarnya.

Pada saat ditangkap, kedua terdakwa sedang melakukan pengambilan gambar film dokumenter tentang perompakan di daerah Belakang Padang. Niel Richard George Bonner berperan sebagai kameramen sekaligus produser. Sedangkan terdakwa Rebecca Bernadetta Margaret Prosser berperan sebagai produser.

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Batam, M. Ali Akbar menuturkan terdakwa ditangka aparat TNI AL karena melanggar UU Keimigrasian RI, soal izin tinggal dan visa.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil pemeriksaan juga ditemukan adanya unsur kesengajaan untuk melanggar peraturan di Indonesia. Pasalnya, dalam pembuatan film dokumenter tersebut diketahui ada perencanaan, perekrutan orang, dan juga setting area.

Namun Ali menegaskan bahwa pihaknya masih terfokus terhadap pelanggaran yang dilakukan kedua terdakwa. “Untuk masalah perekrutan orang dan yang membantu terdakwa, kita belum sampai ketahap tersebut,” jelasnya. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar