Kabut Asap Rugikan Penerbangan, Lion Air dan Citilink Kembalikan Ribuan Tiket

625
Pesona Indonesia
 MASKAPAI Lion Air dan Citilink mulai mengembalikan uang tiket penumpang yang batal terbang dalam beberapa hari terakhir.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

MASKAPAI Lion Air dan Citilink mulai mengembalikan uang tiket penumpang yang batal terbang dalam beberapa hari terakhir.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Maskapai Lion Air dan Citilink mengembalikan uang tiket (refund) calon penumpangnya yang batal terbang akibat gangguan kabut asap di Bandara Hang Nadim Batam dalam beberapa hari terakhir. Jumlahnya mencapai ribuan tiket.

”Dalam sepekan ini sudah ribuan yang kami lakukan refund,” kata Regional Manager Lion Air Wilayah Barat, Mahridho, Rabu (16/9).

Meski jumlahnya ribuan, Ridho mengatakan refund ini hanya untuk calon penumpang untuk dua rute. Yakni Batam-Pekanbaru dan Batam-Jambi.

Namun yang paling banyak adalah untuk calon penumpang rute Batam-Jambi. Sebab dalam sepekan ini Lion Air membatalkan seluruh jadwal penerbangan ke Jambi akibat gangguan kabut asap di wilayah itu.

”Paling parah kabut asapnya di sana (Jambi, red). Untuk Pekanbaru kami masih bisa terbang, walau tak sering,” ujarnya.

Sejak kemarin (16/9), Ridho menyebut aktivitas penerbangan Lion Air rute Batam-Pekanbaru sudah mulai normal. Sedangkan untuk ke Jambi sudah dibatalkan jauh hari sebelumnya.

Ridho mengatakan, secara bisnis kondisi ini tentu sangat merugikan. Sebab Lion Air kehilangan omzet yang jumlahnya tak sedikit. Belum lagi jika pesawat menunda pendaratan di daerah tujuan dan terpaksa dialihkan sementara ke daerah lain (divert).

”Karena kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar dan biaya landing,” ungkapnya.

Ia mengatakan untuk service ground, itu bukanlah kerugian. Namun lebih ke tanggung jawab pihak Lion Air, kepada penumpang yang mengalami delay.

Sementara itu District Manager Citilink Batam, Hendra JS, mengatakan pihaknya juga mengembalikan uang tiket calon penumpangnya yang batal terbang dalam beberapa hari terakhir. Namun Hendra menyebut, jumlahnya hanya ratusan tiket.

”Tak sampai seribu, selebihnya kami usahakan untuk reschedule (pejadwalan ulang, red),” ujarnya.

Ia mengatakan, refund ini,hanya untuk penerbangan ke Pekanbaru saja. Sebab Citilink memang tak melayani penerbangan rute Batam-Jambi.

Hendra mengatakan, selama terjadi gangguan asap dalam beberapa hari terakhir, Citilink membatalkan beberapa penerbangan. Dalam satu hari rata-rata dua penerbangan yang dibatalkan.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, meminta masyarakat Batam tak cemas berlebihan menyikapi serbuan kabut asap yang melanda Batam akhir-akhir ini. Apalagi, laporan terbaru pada hari Rabu (16/9) kemarin menunjukkan penurunan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

“Jangan Khawatir, karena IPSU hari ini (kemarin) 68, kemarin (Selasa) 73, jadi kondisinya masih pada level Sedang,” kata Dahlan didampingi Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Azman di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (16/9).

Wali Kota mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kabut asap di Batam lewat alat ISPU baik yang berada di Simpang Jam maupun di dua tempat lainnya, Bandara Hang Nadim dan wilayah Sagulung. Selama 24 jam penuh, kata Dahlan, anak buahnya selalu melaporkan perkembangan kualitas udara di Batam selama ada kabut asap ini.

”Itu terus dilaporkan time by time (dari waktu ke waktu),” imbuh Dahlan.

Lebih lanjut, wali kota mengimbau masyarakat agar menghindari paparan asap dengan mengenakan masker saat bepergian atau keluar rumah. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat. Sehingga, bisa terhindar dari pelbagai penyakit, termasuk sakit akibat kabut asap seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

”Kalau kondisi begini, pakai masker itu sunah (dianjurkan),” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan imbas kabut asap bagi kesehatan warga Batam tercatat belum signifikan. Meskipun, kata ia, sudah mulai ada keluhan seperti gangguan kesehatan seperti batuk dan sesak nafas, termasuk ISPA.

“Jumlahnya masih di bawah 100, itu berdasar data dari Puskesmas,” kata Chandra.

Kepala Dinas menjelaskan, sejak bulan Juni lalu tercatat mencapai 5.272 kasus, bulan Juli 3.218 kasus, dan bulan Agustus 5.343 kasus.

“Kalau data bulan September kami belum ada,” katanya.(ska/rna/bpos)

Respon Anda?

komentar