Kurir Ganja Balik Arah Melihat Pemeriksaan X-Ray

305
Pesona Indonesia
Sidang kurir ganja. foto:anggie/batampos
Sidang kurir ganja. foto:anggie/batampos

batampos.co.id – Ikrima, seorang ibu rumah tangga harus kembali menjalani persidangan atas perbuatannya menyelundupkan ganja seberat 10 kg yang dibagi dalam 10 bungkus besar dan dua bungkusan kecil tanpa izin.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (16/9) sore menghadirkan saksi Sabar dan Aiptu Yuliswan dari Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP), Pelabuhan Domestik Sekupang Batam.

Aiptu Yuliswan mengatakan terdakwa tertangkap setelah turun dari kapal Ferry Dumai Line dengan membawa dua tas berukuran besar dan satu kardus minuman berisi ganja yang ditutupi pakaian terdakwa. Ia turun dengan menggendong anaknya yang masih berusia tiga tahun.

“Ketika itu, terlihat terdakwa terkejut dan gemetaran melihat semua pendatang harus melalui pintu pengamanan yang dilengkapi mesin X-Ray. Takut barang bawaannya diketahui, terdakwa langsung berbalik badan menuju ke kapal,” terangnya.

Curiga dengan perubahan arah terdakwa, petugas kepolisian kawasan pelabuhan langsung menghampiri dan menanyakan terdakwa dengan tindakannya berbalik arah. “Terdakwa menjawab salah tujuan, dan mengatakan tujuannya adalah pelabuhan Tanjungpinang,” lanjut Aiptu Yulisman.

Tidak melepaskan terdakwa begitu saja, saksi dan petugas justru memeriksa barang bawaan terdakwa. Dan dalam tas bawaannya tersebutlah ditemukan bungkusan besar berisi ganja. Dengan penemuan itu, pihak KKP segera mengamankan terdakwa Ikrima beserta anak yang ia gendong menuju kantor KKP Sekupang guna meminta keterangan.

Dalam keterangannya, saksi juga mengaku bahwa barang bawaan berupa ganja kering tersebut akan diberikan kepada orang yang akan menjemput dan memberikan upah kepadanya di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam. Saksi Sabar juga menambahkan, ganja kering diperoleh terdakwa dari seseorang di Aceh, kemudian terdakwa membawa barang haram tersebut melalui jalan darat hingga tiba di pelabuhan ferry Dumai. Akan tetapi ia lolos dari pemeriksaan di pelabuhan Dumai hingga masuk dan tertangkap di Pelabuhan Domestik Sekupang.

Terdakwa juga dijanjikan menerima keuntungan Rp 500 ribu perbungkusan besar. “Karena ada 10 bungkus besar, maka ia mendapat upah Rp 5 juta,” lanjut Sabar.

Persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sarah Louis didampingi Hakim Anggota Tiwik dan Arief Hakim Nugroho, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Barnad dan Imannuel Tarigan, akan kembali digelar pada pekan depan, Rabu (23/9) dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (cr15)

Respon Anda?

komentar