Ngeriii, Stroke Pembunuh Nomor Satu di Dunia

386
Pesona Indonesia
Dr Wong Wee Yoen usai bincang sehat digelar.  foto: ist
Dr Wong Wee Yoen usai bincang sehat digelar. foto: ist

batampos.co.id – Yayasan Komunitas Kasih Indonesia (KKKI) dan Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kota Batam, mendatangkan nara sumber bincang sehat Dr Wong Wee Yeen selaku spesialis bedah saraf dan otak di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre (RSMC) Malaka, Malaysia yang digelar di Gereja Tabgha Batam Centre, Sabtu (12/9).

Pokok bahasan bincang sehat itu stroke dan pencegahannya. “Stroke menjadi topik bahasan, karena stroke pembunuh nomor satu di dunia yang menakutkan. Sroke sering datangnya mendadak, kalau sudah datang dan kalapun pasien bisa diselamatkan biasanya ada efek buruk seperti lumpuh sebelah,” ujar Ketua Bamag Kota Batam, Pdt Yaaro Zebua menjelaskan tema bincang sehat tersebut.

Dr Wong mengungkapkan dampak stroke antara lain 75 persen pasien stroke kurang potensi bekerja (decrease employability). Orang yang stroke bisa berdampak pada fisik (seperti lumpuh sebelah, mulut bergeser, dan lain-lain), mental dan emosi.

“Sekitar 10 persen pasien yang menderita stroke biasanya mengalami kejang. Kalau sudah kejang, penanganannya harus cepat seperti diajak tersenyum supaya mulut atau wajahnya tetap bagus. Karena orang stroke itu kalau sudah kijang ada yang mulutnya tak lurus lagi posisinya,” terang Dr Wong.

Masih sekitar penanganan kalau ada pasien stroke tiba-tiba kejang, lanjut Dr Wong, tangannya harus digerak-gerakkan supaya tidak lumpuh sebela. Lalu, diajak bicara agar darah tekanan tinggi tidak menekan ke otak menjadikan otak short (korsleting). “Kalau ada ada pasien stroke, harus cepat-cepat ditangani jangan menunggu lama. Sebab, ini bisa berpengaruh pada fisik si penderita, atau organ tubuh lainnya seperti jantung, otak, dan lainnya,” terang Dr Wong.

Kemudian, 30-50 persen penderita stroke gampang capek, bersikap kurang rasional, keyakinan diri berkurang, mudah menyerah (kalah), dan lainnya. Orang stroke juga gampang stres, risau, ketakutan, susah tidur, dan daya ingat berkurang. “Paling parah dan banya kita temui, orang stroke itu badannya lumpuh separo,” jelas Dr Wong.

Berbahayanga stroke ini, kata Dr Wong, pasien harus menjaga tensi dan denyut jantung. Kemudian, menjaga gula dan lemak darah. “Gula dan lemak darah ini, menyumbat pembuluh darah sehingga tak lancar. Akibatnya, bisa terjadi pecah dan korsleting di organ tubuh,” terangnya.

Penderita stroke, masih Dr Wong, bisa diberikan obat pencair darah sebagai pencegahan atau dioperasi mana organ yang rusak. “Kalau orang stroke, tekanan darahnya tinggi. Tekanan darah tinggi ini, menekan saraf di kepala yang lembut. Akibatnya, terjadi penggumpalan darah atau saraf yang rusak. Kalau dioperasi, yang rusak itu bisa dibuang tapi biayanya mahal,” ungkapnya.

Pencegahan yang paling baik terhadap strok, simpul Dr Wong, perilaku hidup sehat yakni tidak merokok, tak minum alkohol, menurunkan berat badan, diet dengan memakan sayur-sayuran atau buah-buahan. “Yang paling utama dan murah tapi banyak orang malas melakukannya yakni olahraga 30 menit per hari, supaya jantung kuat dan peredaran darah lancar,” bebernya.

Usai bincang sehat, Dr Wong memberikan pertanyaan kepada jemaat Gereja Tabgha dengan berhadiah, untuk mengetahui sejauh mana jemaat menyimak apa yang diutarakannya. Pemberian hadiah ini dipandu Marketing Officer RSMC di Batam, Albiner Maju Sahala Simanjuntak. (ash)

Respon Anda?

komentar