Empat Orang Jadi Tersangka

Penggerebekan Gelper di Kampung Aceh

221
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Polisi menetapkan empat orang tersangka dalam penggerebekan arena gelanggang permainan (gelper) di Kampung Aceh Kelurahan Mukakuning. Empat orang tersangka tersebut terdiri dari pemain Rd dan Rb, Abh, pengawas serta Dw sebagai kasir.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi, mengatakan dari 20 orang yang diamankan saat penggerebekan, 16 di antaranya ditetapkan sebagai saksi.

Mereka tak terbukti melakukan praktik perjudian di lokasi tersebut. ”Mereka (saksi) tidak terbukti bermain, keberadaan mereka di sana hanya menonton,” kata Yoga, sore kemarin (17/9).

Dalam penggerebekan tersebut, jajaran Polresta Barelang turut menyita 13 mesin gelper, uang Rp 5 juta, serta kunci yang digunakan untuk penukaran uang.

Yoga menambahkan, modus perjudian yang digunakan dalam arena tersebut para pemain menukarkan uang menjadi kredit poin. Setiap poin akan dihargai Rp 1.000. ”Nah, poin yang didapat dikonversi  menjadi uang menggunakan kunci mesin tersebut,” terangnya

Disinggung keberadaan gelper tersebut dengan gelper yang digerebek di lokasi sebelumnya, Yoga mengaku ada indikasi keterlibatan pemilik arena gelper berinisial Kc dan Tk.
”Kalau hubungannya mungkin ada. Tapi dulu kita amankan mesinnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik arena. Sementara para tersangka akan dikenakan pasal 303 jo 303 Bis KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara. ”Pemiliknya masih kita dalami dan dalam tahap penyelidikan,” sebutnya.

Sementara itu, Dw, kasir di arena perjudian itu mengaku gelper tersebut baru beroperasi selama sebulan lalu. Dalam sehari, omset perjudian mencapai Rp 5-6 juta.

”Baru sebulan beroperasi, saya digaji dua ratus ribu sehari. Kalau pemainnya tak tentu, terkadang sepi,” katanya. (opi/jpg)

Respon Anda?

komentar