Tiap Tahun 5.000 Pekerja di Batam Terlibat Kecelakaan

258
Pesona Indonesia
Ilustrasi: pixabay.com
Ilustrasi: pixabay.com

batampos.co.id – Pekerja atau buruh ternyata paling banyak menjadi korban kecelakaan lalulintas di Batam. Baik saat berangkat kerja maupun kembali dari kerja. Setiap tahunnya lebih dari 5.000 kecelakaan lalulintas yang melibatkan pekerja.

“Persentasenya sangat tinggi. Tahun 1012 saja, dari 19 ribuan lakalantas, 5.951 pekerja,” ujar Zarefriadi, kepala Disnaker Kota Batam, kemarin.

Zaref mengatakan, meski kecelakaan itu terjadi di jalan, namun tetap menjadi tanggungjawab perusahaan dan dihitung sebagai lakakerja. “Karena korban laka ini masih berkaitan dengan urusan pekerjaan,” ujar Zaref

Selain laka kerja saat berada di perjalanan, penyumbang tertinggi laka kerja lainnya ialah kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian, ketimpa, tertabrak, dan terkena bahan kimia. “Namun jumlahnya hanya beberapa persen saja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, meski grafik kecelakaan kerja dari tahun-ketahun terus menurun. Pada tahun ini, kasus kecelakaan kerja yang terekap di Disnaker baru sampai bulan Mei. “Berdasarkan statistik kami, terjadi penurunan dari tahun ke tahun,” lanjutnya.

Zaref merinci, pada tahun 2012, jumlah laka kerja di Batam berjumlah 5.951 pekerja. Lalu pada tahun 2013 turun menjadi 5.344 pekerja. Jumlah ini kembali turun tahun 2014 dengan jumlah 4.848 orang. “Sampai bulan Mei tahun ini, ada sekitar 2.450 an orang,” jelasnya.

Berapa jumlah korban yang meninggal? Zaref belum bisa memastikan berapa jumlahnya. “Tapi itu kasusnya sudah meliputi semua. Ada yang cacat, luka-luka ringan, berat hingga tewas,” ujar Zaref.

Terkait tingginya jumlah laka kerja ini, Zaref berpesan agar perusahaan dan pekerja selalu mengutamakan pelindung (safety). Selain itu, pihaknya juga terus memberi penyuluhan Keselamatan Kecelakaan Kerja (K3) guna keselamatan kerja karyawan.

“Kita ada program K3 yang dilaksanakan setiap bulan Pebruari. Dalam program ini kami memberikan pelatihan dan penyuluhan. Ada banyak mamfaat yang bisa didapat dalam program ini, mulai dari bagaimana menjaga keselamatan pada saat bekerja,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar