Bawa 10 Kg Ganja, Sulfan: Itu Milik Paman Saya Pak Hakim

207
Pesona Indonesia
Sulfan (baju tahanan) saat menjalani sidang di PN Batam, kemarin. Foto: Fitri/batampos
Sulfan (baju tahanan) saat menjalani sidang di PN Batam, kemarin. Foto: Fitri/batampos

batampos.co.id – Terdakwa Sulfan, pemilik 10 kg ganja kering, kembali menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Jumnat (18/9).

Majelis Hakim yang dipimpin Budiman Sitorus, Hakim Anggota Juli Handayani dan Alfian, Serta Jaksa Penuntut Umum (JPU), Barnad, Wawan, dan Immanuel Tarigan, melontarkan beberapa pertanyaan terhadap terdakwa. Namun, terdakwa terus berkelit dan melakukan perlawanan dengan keterangan yang dinyatakan saksi.

Saksi Joito, seorang Porter Pelabuhan dan Bripka Donny Aritonang, petugas Kepolisian Kawasan Pelabuhan Beton Sekupang, adalah saksi yang melakukan penangkapan atas Sulfan beserta Koper bawaannya yang berisi ganja.

Dalam kesaksiannya, Bripka Donny mengaku menangkap Sulfan setelah turun dari kapal Kelud karena melihat gerak-gerik terdakwa yang mencurigakan dengan Koper bawaannya.

“Saya curiga melihat gerak-gerik terdakwa yang turun dari kapal, merasa ada yang aneh dengan barang bawaannya, saya dibantu seorang porter pelabuhan bernama Joito langsung menggeledah koper terdakwa dan menemukan 10 kg ganja kering di dalam kopernya, beserta pakaian dan lamaran kerja terdakwa,” ujarnya.

Setelah menemukan barang bukti, Donny mengaku langsung mengamankan terdakwa menuju kantor KKP Beton Sekupang dan kemudian membawanya menuju Mapolresta Barelang. Dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas kepolisian, terdakwa membawa ganja dari Medan dan akan diselundupkan ke Batam. Akan tetapi, terdakwa mengaku ganja itu bukan miliknya.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa ganja itu bukan miliknya, melainkan milik pamannya yang telah menanti kedatangannya. Mendengar keterangannya, kita langsung mencari paman terdakwa dan tidak sama sekali menemukan paman yang dikatakan terdakwa,” ungkap Donny.

10 kg ganja kering dalam tas koper merek Pollo King warna hitam list ungu, selembar tiket penumpang, dan satu unit handphone turut dihadirkan dalam persidangan sebagai barang bukti serta selembar surat izin penyitaan barang bukti dari Polresta Barelang.

Setelah mendengarkan seluruh keterangan para saksi, Ketua Majelis Hakim, Budiman Sitorus akan kembali melanjutkan persidangan pada Kamis (1/10) dengan agenda pemeriksaan terdakwa. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar