BKKBN Kepri Diminta Jadi Motor Pembangunan Manusia

215
Pesona Indonesia

bkkbnkepribatampos.co.id: Komisi IX DPR RI meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dapat menciptakan penerus bangsa yang handal dan berkepribadian baik. Pasalnya pembangunan berorientasi fisik, ternyata tidak menjadikan negara ini bisa cepat berkembang dan bersaing dengan negara tetangga.

“Kita melupakan program (BKKBN) yang diakui dunia ini. Pada 2015-2016 ini kami (DPR RI)¬† mendorong BKKBN menjadi motor pembangunan manusia,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Asman Abnur saat menghadiri kegiatan BKKBN di Asrama Haji Sabtu (19/9) siang.

Politisi PAN itu juga menyatakan dengan semakin dekatnya program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih pintar dan maju dari negara lain.

“Manusia kita harus lebih canggih dari orang luar. Makanya kita bangun karakter mereka (remaja) dari sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Komisi IX juga sudah mengelontorkan dana Rp3 triliun untuk BKKBN di seluruh Indonesia. Dengan anggaran tersebut ia berharap BKKBN tidak lagi menjadi anak bawang.

“Ini harus jadi lembaga khusus,” tegasnya.

Asman juga berjanji akan menyuaraka keluhan BKKBN Kepri yang hingga hari ini tidak memiliki kantor. Namun ia meminta apabila sudah memiliki kantor sendiri, BKKBN harus memperlihatkan kinerja yang baik.

Kepala BKKBN perwakilan Kepri, Sugiono mengatakan pada kegiatan kali ini pihaknya mengambil tema Komedi Edukasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Dengan sub tema
“Nikah tanpa rencana jadi bencana, generasi berencana jau dari sengsara”

“Menyampaikan pesan tidak harus formal. Dalam komedi kita kemas isi pesan edukatifnya,” paparnya.

Ia mengatakan dengan pola tersebut diyakini dapat lebih cepat ditangkap para remaja. Tidak hanya itu pihaknya juga memberikan kuis seputaran program yang digagas pihaknya. Dengan hal itu para penerus bangsa tersebut dapat cepat menangkap maksud dan tujuan kegiatan tersebut.

“Kami juga kampanye program generasi berencana. Dengan program ini kita dapat mempunyai SDM berkualitas,” katanya.

Sugiono mengatakan program ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Dengan tujua para remaja dapat  merencanakan kehidupan di masa depan. Pihaknya juga sudah membentuk pusat informasi dan konseling (PIK) di sekolah-sekolah dan di universitas.

“Kami juga ada PIK di kawasan industri. Meski sudah bekerja mereka (pekerja) mayoritas juga banyak yang remaja,” ungkapnya. (ams/pm)

Respon Anda?

komentar