Ekonomi Lesu, Penjualan Hewan Kurban Menurun

182
Pesona Indonesia
Hewan kurban yang dijual di tepi jalan Batu Besar, Nongsa. Foto: cecep mulyana/batampos
Hewan kurban yang dijual di tepi jalan Batu Besar, Nongsa. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Penjualan hewan kurban tahun ini di Batam menurun dibandingkan tahun lalu. Hingga H-6 Idul Adha, penjualan baru sekitar 60-70 persen. Diduga penyebabnya karena kondisi ekonomi yang sedang menurun, sehingga daya beli masyarakat juga menurun, meski hasrat berkurban tinggi.

Berbeda dengan tahun lalu, hingga H-6 Idul Adha, penjualan sudah di atas 80 persen dari total kebutuhan hewan qurban di Batam.

“Ini masih data sementara. Kita lihat sampai pada H-3. Biasanya pesanan masih mengalir saat H-1, apalagi kambing,” ujar Sumardi, Ketua Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB), Jumat (18/9).

Sumardi menyebutkan, penurunan tersebut kontras dengan pasokan sapi yang mengalami peningkatan hingga 15 persen. Tahun sebelumnya untuk jenis sapi dipasok 2400 ekor lalu sekarang sebanyak 2700 ekor, kambing sama dengan tahun sebelumnya yakni sebanyak 16000 ekor.

Sumardi memperkirakan penurunan daya beli tersebut kondisi perekonomian yang tidak baik. Menurutnya tahun sebelumnya pesanan bisa mencapai 15 ekor sapi per masjid, namun sekarang hanya 12 ekor per masjid.

“Ini (perekonomian buruk, red) pengaruhnya besar, kemampuan orang untuk beli menurun apalagi perorangan,” katanya.

Namun demikian, pihaknya meyakini pesanan akan terus ada hingga hari H, keyakinan tersebut muncul lantaran berkurban merupakan ibadah.

“Ini kan soal agama bukan semata-mata tentang kebutuhan, pasti ada lagi yang datang (membeli, red),” tuturnya.

Menurutnya pesanan juga datang dari luar daerah seperti Tanjungpinang, namun pesanan luar tidak sebanyak pesanan batam.

“Palingan 20 ekor, gak banyak,” pungkas Sumardi. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar