Indeks Standar Pencemaran Udara di Batam Menurun

489
Pesona Indonesia
Asap kiriman dari Sumatera memperburuk kondisi udara di Batam. Foto: dalil harahap/batampos
Asap kiriman dari Sumatera memperburuk kondisi udara di Batam. Kini, kondisi di Batam memabaik. Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Sempat dikategori Sangat Tidak Sehat, turun hingga kualitas Tidak Sehat, kini Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Batan mulai membaik dengan level Sedang atau ISPU 80 mg/kg, Jumat (18/9).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan, ISPU di Batam cenderung menurun dari hari ke hari. Saat ini levelnya turun ke standar Sedang.

“Berdasarkan data kami, ISPU Batam sudah mulai menyentuh angka yang sehat, 80 mg/kg. Angka tersebut, menunjukkan bahwa kabut asap yang menyelimuti udara di Kota Batam, mulai berkurang,” ujar Sri, Jumat (18/9).

Menurutnya, sebelum mencapai angka ini, terjadi gejolak naik turun angka pencemaran udara, seperti yang di realis alat pendeteksi pencemaran udara Bappedal Kota Batam.

“Padahal tiga hari lalu ISPU pada level 202,” lanjutnya.

Level 202 atau kategori udara Sangat Tidak Sehat merupakan paling terparah semenjak lima tahun terkahir. Tingginya jumlah ISPU ini tak lepas dari kebakaran hutan yang melanda wilayah Sumatera daratan dan Kalimantan.

“Kami berharap kabut semakin berkurang dan ISPU Batam bisa kembali turun ke level baik. Kami juga tidak bisa memastikan apakah akan bisa terus turun karena ISPU dapat berubah tergantung angin dan hujan,” sebutnya lagi.

Kendati begitu, ia berjanji bersama Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapeldada) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan akan terus memantau dan menginformasikan perkembangan IPSU kepada masyarakat.

“Kondisi seperti ini masih tetap menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” terang Sri.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam, selama tiga bulan terakhir (Juli-Agustus 2015), penderita ISPA mencapai di angka 13.833 kasus. Tertinggi, di bulan Agustus dengan jumlah penderita ISPA mencapai 5.343 kasus.

“Bulan September di prediksi jumlah penderita ISPA akan kembali naik,” sebutnya.

Untuk itu, ia telah berkordinasi dengan dengan puskesmas-puskesmas di Batam untuk memantau perkembangan jumlah pengindap ISPA. Selain itu, puskesmas akan terus memberi penyuluhan dan membagikan masker kepada masyarakat.

“Sebelum banyak korban, kita lakukan penangulangan dengan penyuluhan di masing-masing puskesmas,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar