Ini Dia Tempat Penyembuhan Pecandu Narkoba di Batam

943
Pesona Indonesia
Ini pusat rehabilitasi pecandu narkoba. Foto: cecep mulyana/batampos
Ini pusat rehabilitasi pecandu narkoba yang berlokasi di Nongsa, Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Loka Rehabilitasi Batam untuk pecandu narkoba kini resmi beroperasi. Bahkan, saat ini menampung 77 residen (pasien rehabilitasi, red). Para residen Loka ini tak hanya
dari Kepri saja, tapi juga dari beberapa daerah di Sumatera
seperti Medan, Riau, Jambi dan Bengkulu.

Residen yang datang atas dasar putusan hakim. Ada juga hasil
tangkapan polisi dan BNNP Kepri. Namun mereka juga datang atas
kemauan sendiri. Dimana datang karena ingin sembuh dari
kecanduan “barang haram” itu.

Saat ini Loka Rehabilitasi Batam, hanya melayani penyembuhan
kecanduan dari tiga item narkoba yakni sabu, ekstasi, dan
ganja.

“Untuk saat ini kami hanya melayani kecanduan narkoba itu
saja. Untuk heroin atau jenis narkoba lainnya, masih belum,”
kata Staff bagian informasi dan penerimaan residen, Wiwik
Susanti, saat ditemui Batampos, kemarin.

Wiwik mengungkapkan residen yang datang ini, harus melalui
proses assesment dari pihak BNNP Kepri terlebih dahulu.
Setelah dari assestmen itu, nanti diketahui residen pecandu
berat, sedang atau ringan. “Untuk sedang dan ringan, biasanya
rawat jalan saja,” ungkap Wiwik.

Namun Residen dengan kategori pecandu berat. Mereka akan
disarankan, menjalani rehabilitasi. Residen saat diantarkan ke
Loka, wajib ditemani oleh keluarganya. Datang, lalu masuk ke
dalam Loka. Tak begitu proses masuknya.

“Residen dan keluarga menjalani spocheck di pos sekuriti,”
ucap Wiwik.

Bagi keluarga harus melalui pemeriksaan yang ketat. Termasuk
pemeriksaan barang bawaan mereka. Sedangkan untuk residen,
dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hanya diperbolehkan
membawa tiga potong celana pendek dan satu lembar baju yang
melekat di bandan.

“Tak boleh lebih dari itu,” ujar Wiwik

Setelah melewati pemeriksaan tersebut, tak serta merta,
residen bisa masuk ke dalam ruangan rehabilitasi. Masih ada
rangkaian proses yang harus dijalaninya, sebelum resmi menjadi
penghuni Loka. Harus dilakukan assesment ulang. Lalu baju yang
digunakan lepas, diganti dengan baju yang sudah disediakan
pihak Loka.

“Tak berhenti di situ saja, rambut mereka juga dipotong
botak,” tuturnya.

Setelah proses itu selesai, baru residen menjalani
rehabilitasi. Ada beberapa tahapan-tahapan yang harus
dijalani.

Program Manager Loka Rehabilitasi Batam, Errik Erianto
mengatakan ada lima tahapan, sebelum residen dinyatakan
sembuh.

“Ada detoksifikasi, entry unit, primary unit, re entry, dan
pasca rehabilitasi,” ungkapnya.

Proses ini menurutnya harus dijalani selama tiga bulan dua
minggu oleh residen. Errik menjelaskan detofikasi adalah
proses pemutusan kecanduan zat adiktif tersebut. Proses ini
harus dijalani selama satu minggu. Setelah itu dilanjutkan
dengan entry unit, tahapan ini residen dalam persiapan untuk
menghadapi primary unit.

“Primary unit, tahapan utama dalam proses rehabilitasi.
Delapan minggu untuk proses ini,” ujarnya.

Setelah itu, sebelum memasuki pasca rehabilitasi di rumah
damping, residen harus menjalin program pemulihan yakni re
entry.

Sementara itu konselor adiksi Loka, Irvan Anas menuturkan di
Loka, ada pembagian atas gender. Tempat laki-laki dan
perempuan dipisah. Setiap proses penyembuhan, residen juga
dipisahkan. Residen yang sedang menjalani detok, tak akan
dicampur dengan yang menjalani primary unit.

“Tiap tahapan, residennya dipisah,” imbuhnya.

Pantauan Batampos, banyak bangunan di Loka itu. Ada dua
bangunan utama. Satu bangunan untuk tahapan primary unit, satu
lagi untuk tahapan detoksifikasi. Didepan bangunan kantor
Loka, ada bangunan untuk proses re entry. Dan disebelah
kirinya tempat tinggal residen perempuan.

Kesemua bangunan ini, mengelilingi lapangan futsal. Irvan
mengatakan lapangan dipergunakan residen untuk melakukan
kegiatan olahraga. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar