Mau Berkurban, Ini Saran Dinas KP2K

168
Pesona Indonesia
Leo, penjual hewan kurban di Nongsa memberi pakan pada sapi yang siap dijual. Foto: cecep mulyana/batampos
Leo, penjual hewan kurban di Nongsa memberi pakan pada sapi yang siap dijual. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Batam mengklaim sudah melakukan pengecekan fisik hewan kurban baik di pusat pemotongan hewan maupun di tempat penjualan hewan ternak.

“Jika ada penyakit tidak boleh diedarkan ke masyarakat, harus dihentikan,” ujar Kabid Peternakan KP2K Batam, Sri Yuneli, Jumat (18/9).

Pemeriksaan hewan kurban dilaksanakan dalam dua tahap yakni dengan pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dilakukan pemotongan (antemortem) serta pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan (posmortem).

“Yang antemortem sudah kami lakukan dua minggu terakhir ini. Kami turun lapangan terakhir itu kemarin lusa, Alhamdulillah sehat,” kata Sri.

Sementara posmortem sendiri akan dilaksanakan pada saat pemotongan. Kata sri, pemotongan nantinya aka dicek langsung oleh petugas. “Tim akan turun ke masjid-masjid untuk melakukan pengecekan,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada calon pembeli agar teliti dalam membeli hewan kurban. “Secara fisik bisa dilihat. Misal di bagian hidung tidak ingusan, bulunya mengkilap, mata yang berbinar,” ujarnya. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar