Soerya Hadiri Pelantikan Pengurus Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti Kota Batam

412
Pesona Indonesia
tionghoa
Soerya Respationo, salah satu calon gubernur Kepri menghadiri acara pelantikan Pengurus Perkumpulan Keluarga Tionghoa Meranti Kota Batam, Jumat (18/9) malam.

batampos.co.id – Pengurus Persatuan Keluarga Tionghoa Meranti (PKTM) Batam masa bakti 2015-2018 resmi dilantik, Jumat (18/9). Pelantikan yang digelar di Grand Galaxy Ballroom Hotel Planet Holiday itu dihadiri hingga 1300 masyarakat tionghoa meranti yang ada di Batam.

“Setiap hari kami terus mencari anggota hingga terkumpul 1.000 anggota. Dan malam ini, dari 130 meja yang disediakan ternyata penuh semua,” kata Ketua Panitia Acara Pelantikan Pengurus PKTM Batam.

Prosesi pelantikan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB. Seluruh pengurus berdiri di atas panggung dengan ketua, sekretaris, dan bendahara PKTM Batam berada di baris terdepan. Ketiganya adalah Kasman selaku ketua, Robinson Tan selaku sekretaris, dan Yuwangky sebagai bendahara.

Seluruh pengurus kemudian mengucapkan ikrar pengurus. Selanjutnya, Dewan Pembina PKTM Batam Djoni Janto menyerahkan pataka organisasi kepada Ketua PKTM Batam Kasman. Penyerahan pataka ini menandai resminya Kasman memimpin PKTM Batam selama tiga tahun mendatang.

“Kami ingin mengumpulkan semua warga Meranti yang ada di Batam. Karena di sini, warga Meranti itu sebenarnya banyak tapi tidak saling kenal,” ujar Kasman, beberapa waktu yang lalu.

Acara pelantikan pengurus PKTM ini dihadiri para tokoh tionghoa asal Meranti yang telah merantau ke banyak tempat di Indonesia. Seperti di Jakarta, Pekanbaru, Semarang dan Bali.

Seperti misalnya, perwakilan dari Yayasan Keluarga Besar Tionghoa Selatpanjang di Jakarta dan Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang di Pekanbaru.

Selain itu, acara pelantikan ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting di Kepri. Yakni, Soerya Respationo yang didapuk menjadi Dewan Kehormatan PKTM Batam, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Anggota DPRD Kepri Asmin Patros, Anggota DPRD Batam Hendra Asman, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepri Cahya dan tokoh pengusaha Tionghoa Batam Abidin Hasibuan.

Dewan Kehormatan PKTM Batam Soerya Respationo, dalam sambutannya, mengajak seluruh anggota PKTM Batam untuk terus menjaga kekompakan. Terutama setelah organisasi itu terbentuk dan memiliki susunan pengurus yang jelas.

“Sekarang, di Indonesia ini, semua orang sama kedudukannya. Tidak ada lagi warga kelas satu, kelas dua, atau kelas tiga,” ujar Soerya.

PKTM sejatinya terbentuk pada tanggal 3 November 2014 lalu. Pada waktu itu, sebanyak 34 tokoh masyarakat pemerhati masyarakat Kabupaten Meranti berkumpul dan membahas banyak hal di Hotel 89.

Salah satunya adalah perlunya satu wadah bagi masyarakat tionghoa Meranti di Batam untuk berkumpul dan berkomunikasi. Sehingga dapat mempererat hubungan antarwarga tionghoa Meranti di Batam.

“Pada saat itu juga diadakan pemilihan ketua PKTM dan diusulkan enam orang calon ketua dengan cara pemungutan suara. Suara terbanyak diraih Bapak Kasman,” jelas Robinson Tan, Sekretaris PKTM.

Selain sebagai sarana komunikasi antarwarga Tionghoa Meranti yang ada di Batam, PKTM Batam ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi para anggota PKTM.

Perkumpulan ini juga dapat digunakan untuk memelihara dan meningkatkan budaya dan adat istiadat masyarakat Tionghoa. Khususnya, masyarakat Tionghoa Meranti.

Perkumpulan ini terbuka untuk seluruh orang Tionghoa asal Meranti yang ada di Batam. Terlepas dari profesi yang tengah ia geluti.

“Perkumpulan ini tidak akan berubah menjadi partai politik. Tidak melibatkan diri dalam partai politik dan tidak menjadi alat partai politik,” pungkas Kasman, Ketua PKTM Batam. (ceu)

Respon Anda?

komentar