Asap Masih Mengganggu, Tiap Hari 10 Penerbangan Dibatalkan

306
Pesona Indonesia
MASKAPAI Lion Air dan Citilink mulai mengembalikan uang tiket penumpang yang batal terbang dalam beberapa hari terakhir.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
MASKAPAI Lion Air dan Citilink yang batal terbang dalam beberapa hari terakhir.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini kabut asap di beberapa daerah di Pulau Sumatera belum juga reda. Sehingga dampaknya pada penerbangan di Batam, masih terus berlanjut. Sudah hampir satu pekan, setiap harinya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam ada sepuluh penerbangan yang dibatalkan. Bisa dibilang sepakan ini saja, sudah 70 penerbangan yang dibatalkan.

“Sama dengan hari-hari sebelumnya, ada sepuluh. Dengan penerbangan yang hampir sama ke daerah yang sama,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso saat dihubungi, Sabtu (19/9).

Ia menjelaskan bahwa penerbangan yang dibatalkan itu yakni maskapai Lion Air dari Batam menuju ke Medan, Jambi, Pekanbaru. “Itu ada yang pulang pergi,” ungkap Suwarso.

Lebih lanjut ia mengungkapkan untuk maskapai Citilink, penerbangan yang batal yakni Batam ke Medan, Palembang dan Pekanbaru.Sementara itu Sriwijaya Air, juga membatalkan penerbangan Jakarta-Batam-Natuna. “Penerbangan yang dibatalkan Sriwijaya itu pulang pergi,” ucapnya.

Hingga kini pihak bandara belum bisa memprediksi, sampai kapan kondisi ini berlangsung. Namun bila titik-titik api yang ada di Sumatera dipadamkan, maka kemungkinan kabut asap juga akan berkurang.

Sementara itu dari pantauan Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, mengatakan untuk Batam jarak pandangnya sangat aman. Dimana pilot masih bisa melihat hingga dikisaran 4500 meter. Sedangkan beberapa daerah di Pulau Sumatera, Pekanbaru jarak pandangnya sejaug 1500 meter.

Jambi jarak pandangnya sejauh 800 meter, Palembang 800 meter, Medan 2500 meter dan Padang 1600 meter. “Penyebab berkurangnya jarak pandang ini, masih disebabkan oleh kabut asap,” kata Kepala BMKG Hang Nadim, Philip Mustamu melalui Forechaster, kemarin.
Dari pencitraan satelit, BMKG mencatat ada sebanyak 438 titik panas di Pulau Sumatera. Titik panas ini tersebar di beberapa daerah di Profinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. (ska)

Respon Anda?

komentar