Akibat Kabut Asap, Omzet Wisata Mata Kucing di Batam Anjlok

642
Pesona Indonesia
Pintu gerbang Kawasan Wisata Mata Kucing. Foto: cassosubhi.blogspot.com
Pintu gerbang Kawasan Wisata Mata Kucing. Foto: cassosubhi.blogspot.com

batampos.co.id – Kunjungan wisatawan ke objek wisata Hutan Lindung Mata Kucing, Seiharapan, Sekupang, anjlok hingga 50 persen setiap harinya sejak asap kiriman mengepung Batam.

“Biasanya kalau sudah hari libur pengunjung objek wisata Mata Kucing ramai. Tapi sekarang sudah sepi. Beberapa pedagang juga pada tutup karena tak ada pengunjung,” kata Amri, salah seorang pedagang, Minggu (20/9)

Menurut Amri, biasanya perharinya, kawasan hutan lindung ini mampu menggaet ratusan pengunjung khusus di hari libur. Namun beberapa minggu ini, terjadi penurunan yang signifikan hingga setengah dari pengunjung.

“Wah kalau sekarang puluhan orang saja sudah ramai itu bang. Sejak kabut asap ini, orang malas keluar rumah. Apalagi di televisi banyak yang bilang udara sudah tidak sehat. Makanya mereka tidak mau keluar rumah,” ucapnya.

Sementara itu, pengelolah hutan wisata Mata Kucing, Netti Herawati mengatakan dampak kabut asap mempengaruhi pendapatannya. Biasanya hutan ini ramai dikunjungi pada hari Sabtu dan Minggu atau hari besar.

“Beberapa bulan ini, pengunjung sangat sepi. Mungkin karena dampak kabut asap kiriman dan juga pelebaran jalan. Benar- benar sangat mempengaruhi dari finasial dan pengunjung yang datang kemari,” ungkap Netti.

 

Selain wisatawan lokal, lanjutnya, objek wisata ini tadinya juga banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Biasanya bisa mencapai ribuan orang dalam satu pekan. Tapi saat ini hanya ratusan pengunjung saja yang datang.

“Pengunjung yang datang ke sini (Mata kucing) ini lantaran daya tariknya sebagai alam, banyak pengunjung memanfaat kan untuk menghirup udara segar. Tempat rekreasi bersama keluarga menghilangkan penat bekerja,” sebutnya.

Netty berharap masalah asap kabut ini cepat selesai dan tempatnya kembali ramai. Selain itu ia juga berharap pemerintah dan masyarakat juga tetap melestarikan dan menjaga hutan lindung ini tetap terjaga dengan baik.

“Saya berharap tidak ada pembalakan hutan lindung lagi itu sama saja merusak ekosistem alam,”tutupnya.

Kawasan objek wisata Mata Kucing dulunya merupakan hutan belantara yang disulap menjadi sebuah taman alam dengan berbagai fasilitas-fasilitas seperti kolam renang, kebun binatang mini, dan pohon-pohon yang dirawat.

Hutan lindung Mata Kucing ini memiliki luas 200 hektar dan sebagai tempat rekreasi warga Batam. “Mata kucing salah satu objek wisata yang ada di Batam. Kita berharap tempat wisata ini tetap dilestarikan,” pungkasnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar