Duh, N yang Buang Bayi, Orangtuanya Diusir Warga

315
Pesona Indonesia
Petugas Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. foto: dalil harahap / batampos
Petugas Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – N, Wanita muda yang membuang bayi hasil hubungan terlarangnya dengan oknum aparat tidak hanya harus berurusan dengan polisi, tapi orangtuanya yang tak bersalah juga harus menanggung malu. Bahkan, warga sekitar mengusir orangtua N.

“Kami tidak akan berhenti kalau pelaku dan orang tuanya pergi dari sini. Mereka sudah meninggalkan aib dan sudah mencoreng nama warga di sini,” kata salah seorang dari puluhan warga yang mendatangi kediaman orangtua N, kemarin (20/9/2015).

Puluhan warga yang marah memaksa mengeluarkan barang-barang milik N maupun orangtua N yang ada di rumah itu. Warga yang geram juga mengancam orang tua N.

Seperti diberitakan, warga Seiharapan Kecamatan Sekupang digegerkan oleh penemuan mayat bayi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) STC Mall, Seiharapan Sekupang, Minggu (20/9/2015). Bayi malang ini ditemukan pertama kali oleh warga terbungkus kantong plastik hitam.

Kapolsek Sekupang, Kompol Feri Arizon mengatakan, bayi yang diduga baru dilahirkan itu ditemukan pertama kali oleh salah seorang petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di TPS. “Pukul 08.30 kami menerima laporan adanya penemuan bayi,” kata Feri.

Tak butuh waktu lama, jajaran Polisi Sektor Sekupang berhasil meringkus ibu pembuang bayi tersebut di kediaman orang tuanya di Ruli Seiharapan. “Pelaku ditangkap berkat adanya kerja keras anggota serta kerja sama warga yang curiga dengan kondisi pelaku,” ungkapnya.

Diketahui, pelaku berinisial N merupakan wanita muda yang berusia 15 tahun. Pelaku nekat membuang bayinya sendiri lantaran malu tidak memiliki suami.

Atas perbuatannya ini, pelaku dikenakan pasal 80 UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Bayinya berjenis kelamin laki-laki. Pelaku saat ini masih di polsek untuk dimintai keterangan,” ujar Feri Arizon. (ska/rng/bpos)

Respon Anda?

komentar