Terindikasi Judi, 132 Mesin Gelper dan 65 Orang di Batam Diamankan

796
Pesona Indonesia
Polisi menggerebek gelper Game Zone Simpang Lima, Nagoya, Lubukbaja dini hari, Minggu (20/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Polisi menggerebek gelper Game Zone Simpang Lima, Nagoya, Lubukbaja dini hari, Minggu (20/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id  – Jajaran Polresta Barelang kembali menggrebek arena gelanggang permainan elektronik (Gelper) yang terindikasi judi di Komplek Ruko Simpang Lima Nagoya, Sabtu (19/8) malam. Dari arena gelper “Game 2one Centre”, polisi mengamankan 132 mesin yang terindikasi untuk judi.

Penggrebekan itu berlangsung pukul 20.30 WIB hingga 22.30 WIB dengan menurunkan puluhan polisi berseragam lengkap dan berpakaian preman. Dari penggrebekan itu, polisi mengamankan puluhan orang yang sedang berada di arena gelper yang terletak di lantai 2 ruko.

Selain itu, sebanyak 70 mesin permainan buah, 35 mesin pman, delapan mesin pact screen, enam mesin ikan, delapan mesin buster, dua mesin doraemon, dua mesin mahkota serta satu mesin paradise yang ada di lokasi langsung disegel polisi. Gelper ini disebut-sebut milik Ag, seorang pengusaha di Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi menjelaskan penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat kalau di lokasi tersebut terdapat gelper berbau judi.

“Dari informasi itu, kita lakukan pengintaian dengan menurunkan dua anggota. Dari pengintaian itu, kita temukan adanya transaksi berupa pertukaran uang (judi, red) di mesin doraemon,” kata Yoga

Menurut dia, dari penggrebekan pihaknya mengamankan puluhan orang mulai dari pengelola, karyawan gelper hingga pemain. Tak hanya itu, lebih dari seratus mesin judi juga diamankan. Namun karena gudang penyimpanan barang bukti di Polresta Barelang penuh, polisi tak membawanya. Hanya satu mesin doraemon yang diangkut sebagai barang bukti.

“Ada 65 orang diamankan, proses masih lanjut. Mesin doraemon saja, yang lain ditinggal di lokasi, namun chipnya kita cabut,” ujar Yoga.

Dilanjutkan Yoga, gelper tersebut memiliki izin. Namun apakah izin tersebut berlaku dan sesuai masih akan dicek ke Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) terlebih dahulu.

“Di izin tersebut penanggungjawabnya Hariyanto, tapi kita akan cek dulu,” tutup Yoga.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Asep Safrudin yang dikonfirmasi menyatakan akan bersikap tegas terhadap gelper berbau judi

“Gelper yang ada unsur judinya akan kita tutup meski sudah memiliki izin. Apalagi gelper yang tidak memiliki izin dan melakukan praktek perjudian seperti di Simpang Dam kemarin,” sebut Asep. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar