Aktifitas tambang pasir ilegal di tepi dam Tembesi.  Foto: Alfian/batam pos
Aktifitas tambang pasir ilegal di tepi dam Tembesi. Foto: Alfian/batam pos

batampos.co.id РAnggota DPRD Kota Batam menagih janji BP Batam melalui bagian Direktorat Pengamanan untuk menindak penambang pasir ilegal di sekitar dam Tembesi yang hingga saat ini masih tetap beroperasi. Kerusakan lahan di sekitar dam sudah mencapai 40 hektar.

“BP Batam harusnya menindak tegas, supaya ada efek jera. Tapi mana? Tambang ilegal itu masih beroperasi,” ujar¬†Iman Sutiawan, wakil ketua II DPRD Kota Batam.

Iman mengatakan penindakan yang selama ini dilakukan oleh Bapedal. BP Batam hanya mendampingi saja. Padahal yang punya lahan adalah BP Batam, sementara pemilik dam adalah BP Batam.

“Kita akui selama ini sudah ada penindakan, tetapi itu dilakukan oleh Pemko Batam melalui Bapedal. Apakah akan dibiarkan lahan itu semakin rusak. Dam Tembesi adalah dam cadangan untuk air minum Batam,” katanya.

Menurut Iman, seharusnya BP Batam harus rutin melakukan patroli. Di mana jangan nanti menjadi masalah dalam beberapa tahun kedepan setelah dam tersebut beroperasi. Iman meminta BP Batam untuk memikirkan ketersediaan air dalam jangka panjang.

“BP Batam beberapa minggu lalu katanya akan menertibkan. Tetapi mana janji itu. Kita harus menyelamatkan sumber air kita. Ingat, air itu adalah kebutuhan utama untuk hidup,” kata Iman.

Dendi Purnomo, kepala Bapedal Pemko Batam juga mengakui bahwa tambang pasir di sekitar dam Tembesi sudah semakin parah. Penambangan sudah sampai di bibir dam, dan tanah hasil penambangan masuk ke dalam dam yang mengakibatkan pendangkalan.

“Kita perkirakan sudah ada 40 hektar yang rusak. Kalau kita dari Bapedal sudah sering kita menindak. Sudah ratusan alat berat, pompa dan truk yang kita sita,” katanya.

Dendi berharap BP Batam sebagai yang bertanggungjawab dan berwenang akan lahan dan dam untuk bisa melakukan penindakan dan patroli rutin. “Harusnya mereka rutin patroli dan mengawasinya,” katanya.

Sementara itu Direktur Pengamanan BP Batam Cecep Rusmana mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan penindakan. Dia juga membantah kalau Ditpam tidak pernah melakukan penindakan.

“Kita akan melakukan penindakan. Bukan hanya di Tembesi, di dam lainnya juga kita terus bekerja dan melakukan penindakan,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar