Hukum Berat Oknum Aparat Pencabul N

244
Pesona Indonesia
N, ibu muda yang membuang bayinya saat diperiksa di Polsek Sekupang, Ahad (20/9/2015). Foto: dalil harahap
N, ibu muda yang membuang bayinya saat diperiksa di Polsek Sekupang, Ahad (20/9/2015). Foto: dalil harahap

batampos.co.id – Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri , Erry Syahrial prihatin terhadap kasus yang menimpa N, wanita muda yang melahirkan lalu bayinya dibuang ke tempat sampah di dekat STC Mall Sekupang, Ahad (20/9/2015).

“Karena dihamili, anak itu jadi putus sekolah, melahirkan, anaknya meninggal, dan terancam penjara. Pelaku pencabulan itu harus tanggungjawab, apalagi dia oknum aparat, jangan lari dari tanggungjawab,” ujar Erry.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap N mulai dari pemeriksaan karena termasuk kategori anak bermasalah hukum (ABH).

“Selain upaya tindak pidana yang dilakukan anak, kita juga memandang anak ini (N) sebagai korban pencabulan,” terang Erry.

Dalam pemeriksaan sebagai pelaku pembuang anak, N harus mendapat perlakuan khusus. Mengingat usia N yang masih belia yakni 15 tahun di bawah batas usia dewasa 18 tahun. Jika N diproses secara hukum, proses penangganan hukum untuk N pun harus berbeda dengan orang dewasa.

“Untuk penahananpun NN harus berbeda dengan orang biasa. Tak bisa dicampur karena ini anak dibawah umur,” imbuh Erry.

Selain pelaku pembuang bayi, N juga diyakini sebagai korban pencabulan oknum yang tak bertanggungjawab. Hal itu dikarenakan usia NN yang masih sangat belia dan rentan terhadap bujuk rayu seseorang sehingga mau melakukan pergaulan bebas.

“Sebelum membuang bayi ini, N juga jadi korban pencabulan. Apalagi, saya dengar N berasal dari keluarga broken home yang mudah dimanfaatkan hingga terlibat pergaulan bebas,” jelas Erry.

Menurut Erry, kasus pencabulan yang terjadi terhadap N harus diungkap sampai tuntas. Bahkan pelakunya harus dihukum berat karena menyebabkan N hamil, putus sekolah, hingga masuk penjara.

“Pelaku harus dicari tahu dan bertanggungjawab. Kami meyakini jika korban membuang bayi bukan semata-mata atas keinginan sendiri. Kita akan cari tahu kenapa dia bisa melakukan hal itu,” paparnya.

Tak hanya itu, Erry juga berharap agar pelaku pencabul terhadap N bisa dihukum berat. Apalagi pelaku seorang aparat keamanan yang harusnya melindungi masyarakat.

“Hukuman seberat-beratnya untuk pelaku, karena sudah melanggar pasal 81 atau 82 tentang Perlindungan Anak,” harap Erry. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar