Kran Impor Beras Dibuka, Importir di Batam Siap-Siap ya!

259
Pesona Indonesia
Foto: Dok. JPNN
Foto: Dok. JPNN

batampos.co.id – Keluhan importir beras di Batam yang selalu meminta kran impor beras dibuka harus siap-siap. Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah memberi sinyal untuk segera membuka kran impor beras karena target swasembada beras gagal total akibat kemarau panjang.

“Kita buka kemungkinan (impor) secepatnya, harus buka,” tegas JK saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, kemarin (21/9).

Khusus untuk Batam, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu Widodo mengatakan kebijakan Presiden Joko Widodo menutup impor beras ke Batam selama ini memang menimbulkan dampak negatif. Dari hasil survei pihaknya, banyak para pedagang maupun pengsuaha melayangkan keluhan. (baca juga: http://batampos.co.id/20-09-2015/pengusaha-desak-pemerintah-buka-impor-beras/)

“Kita melakukan survei untuk melaporkan ke Pusat. Hasilnya banyak pedagang yang mengeluh,” kata Nugroho, Senin (21/9).

Ia menambahkan meskipun banyak keluhan, pihaknya terus menindak impor beras ilegal di seluruh pelabuhan, termasuk pelabuhan tikus. Ia menegaskan instruksi penutupan tersebut terus dilakukan hingga adanya keputusan membuka kembali kran impor beras.

“Kita bertindak sesuai perintah dan sudah akses masuk impor sudah ditutup. Kalau ada kebijakan mengenai kuotanya, baru kita jalankan lagi,” tuturnya

Menurutnya, dampak dari kebijakan orang nomor satu di Indonesia tersebut akan berkelanjutan, seperti kenaikan harga beras maupun kekurangan stock.

“Harga akan naik dan kebutuhan masyarakat akan beras ini sangat tinggi. Sementara stock terbatas,” jelasnya.

Masih kata Nugroho, Batam yang berlokasi di perbatasan negara Indonesia seharusnya mendapat kuota Impor dengan keuntungan penerimaan bea masuk dari beras.

“Ini juga yang kita laporkan ke pusat. Kita tunggu gimana keputusan selanjutnya,” pungkasnya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar