Sengaja Aborsi, Janin Disimpan di Minibar Hotel

397
Pesona Indonesia
Dua terdakwa, Didik Darmadi (Dua dari Kanan) dan Daissy Erlia Nathasia (Kanan) disidangkan atas kasus pembunuhan janin di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin, (21/9), Foto. Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Dua terdakwa, Didik Darmadi (Dua dari Kanan) dan Daissy Erlia Nathasia (Kanan) disidangkan atas kasus pembunuhan janin di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin, (21/9), Foto. Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa kasus aborsi yang dilakukan sepasang terdakwa, Didik Darmadi dan Daissy Erlia Nathasia, digelar, Senin (21/9) sore di Pengadilan Negeri Batam.

Dalam persidangan, terdakwa Daissy mengaku sengaja menggugurkan janin yang ada dalam kandungannya. Bahkan upaya itu sudah dilakukan sejak usia kandungannya masih muda. Caranya dengan mengkonsumsi obat-obatan yang membuat ia keguguran.

“Ia saya sengaja yang Mulia, karena kami belum menikah waktu itu, malu, makanya digugurkan,” ujarnya.

Atas pengakuan terdakwa tersebut, sontak membuat Vera Yetti selaku Hakim Ketua yang didampingi Syahrial dan Alvian selaku Hakim Anggota, geram dan kembali mencecar terdakwa dengan pertanyaan. “Kalau malu kenapa berbuat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, janin bayi yang telah dikeluarkan melalui klinik bersalin yang dituju terdakwa, tidak langsung dimakamkan. Janin itu ia simpan di mini bar hotel. Alasan terdakwa, karena belum mendapatkan surat izin dari klinik tersebut.

“Kami berniat minta surat izin dulu dari klinik untuk menguburkannya, tapi tidak ada dikasih dari pihak klinik,” jawabnya.

Dari pemeriksaan terdakwa, Majelis Hakim meminta Jaksa Penuntut Umum untuk segera membuat tuntutan. Namun berhubung kedua terdakwa telah dijerat dengan pasal berlapis, maka JPU Nurhasaniati memohon untuk ditunda selama dua pekan.

“Pasal yang dijerat terdakwa ada tiga, jadi saya butuh waktu untuk membuat tuntutannya,” kata Nurhasaniati saat ditemui usai persidangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa terbukti melakukan tindakan aborsi yang mengakibatkan janin berusia 4 bulan itu tidak bernyawa. Saat dikeluarkan oleh bidan dari salah satu klinik swasta, janin tersebut sudah terpisah antara badan dan kepalanya.

Kemudian, terdakwa menyimpan janin itu di mini bar salah satu hotel di Pelita kamar nomor 102 selama sebulan lamanya.

Berdasarkan perkara itu, dua terdakwa dijerat pasal 80 ayat (3) dan (4) UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 56 ke 1 KUHP, pasal 75 ayat (2) Jo pasal 194 UU nomor 36 tahun 2009 Jo pasal 56 ke 1 KUHP tentang Kesehatan, dan pasal 346 KUHP Jo pasal 56 ke 1 KUHP. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar