Ingat, Importir Kepri Jangan Nakal ya!

195
Pesona Indonesia
ilustrasi: pixabay.com
ilustrasi: pixabay.com

batampos.co.id – Menteri Perdagangan Thomas Lembong membuka kran impor bahan pangan untuk kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun. Namun ia mengingatkan para importir agar tidak nakal.

“Jangan sampai bahan pangan itu dibawa keluar BBK, itu melanggar,” tegas Thomas Lembong kepada Pejabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana, saat bertemu di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Thomas juga mengingatkan importir agar tidak mengimpor bahan pangan melebihi kuota yang diberikan. Jika melanggar, kuota impor yang diberikan bisa dicabut.

Thomas meminta Bea Cukai dan Badan Pengusahaan Batam untuk mengawasi ketat impor bahan pangan di BBK nantinya. Jangan sampai kuota yang diberikan disalahgunakan untuk menyelundup ke wilayah lain.

Tujuan dibukanya kran impor bahan pangan, kata Thomas, selain untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan karena produksi pangan lokal terkendala kemarau panjang, juga untuk mengontrol harga pangan agar tidak melonjak. Untuk itu, ia meminta bahan pangan yang diimpor nantinya, harganya lebih murah.

Kemendag bersama instansi terkait lainnya akan mengawasi dengan ketat.

Wakil Ketua Kadin Kepri, Paulus Amat Tantoso sepakat dengan seruan Mendag Thomas. Ia juga meminta importir di Kepri, khususnya batam tidak nakal. Ia mengingatkan, kelonggaran impor bahan pangan yang diberikan Kemendag jangan disalahgunakan. Bahkan pangan impor tidak boleh dibawa keluar kawasan FTZ BBK.

Ia juga meminta importir tidak memanfaatkan dibukanya kran impor ini untuk menimbun bahan pangan, khususnya beras.  “Pemerintah dan semua pihak bersama-sama pasti melakukan pengawasan ketat,” ujar Amat. (jpnn/cha/bpos)

Respon Anda?

komentar