Ini Tangis Pilu Janda Kurir Ganja di Persidangan

301
Pesona Indonesia
Ikrima, saat sidang di PN Batam, kemarin (22/9/2015). Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Ikrima, saat sidang di PN Batam, kemarin (22/9/2015). Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ikrima, janda yang tertangkap membawa ganja 10 kilogram dari Aceh tak kuasa menahan tangis saat disidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (22/9/2015). Ia mengakui perbuatannya menjadi kurir ganja.

“Saya lakukan semua ini yang mulia karena saya harus menghidupi anak saya yang baru berusia dua tahun, saya ini janda yang mulia,” ujarnya, terisak.

Diketahui, terdakwa kedua kalinya membawa ganja seberat 10 kg dari Aceh yang ia terima dari Feri (DPO). Sebelumnya, ia membawa ganja ke Palembang melalui transportasi darat (bus). “Saya bawa ganja 10 kg juga dari Aceh ke Palembang naik bus, juga bawa anak saya. Karena barang diterima pemesan, jadi saya dapat upah Rp 4 juta dari Feri,” terangnya.

Dua bulan berselang, ia melakukan hal yang sama untuk ia berikan kepada pembeli yang menantinya di Pelabuhan Domestik Sekupang Batam. “Ke Batam ini saya disuruh Feri lagi, untuk antar barang ke Candra (DPO), kalau saya sudah sampai pelabuhan saya tinggal hubungi Candra,” kata Ikrima.

Namun melihat ada pemeriksaan X-Ray di pelabuhan Sekupang, lanjutnya, saya ketakutan dan balik arah ke kapal. “Waktu itu saya gendong anak saya, sekalian nenteng tas yang isinya ganja, saya ketakutan jadi panik pas liat ada pemeriksaan,” sebutnya.

Atas tindakan terdakwa yang mencurigakan itu, petugas kepolisian kawasan pelabuhan langsung menanyakan dan memeriksa barang bawaan terdakwa. Di dalam tas bawaannya ditemukan ganja yang dibagi dalam 10 bungkus besar dan 2 bungkusan kecil.

Ikrima menambahkan, jika ia berhasil lagi mengantarkan barang haram tersebut kepada pembeli, maka ia dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp 5 juta. “Saya dijanjikan Feri dapat bayaran Rp 5 juta, tapi Feri baru kasih Rp 1 juta,” ungkapnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa yang dirasa cukup, Majelis Hakim dengan Hakim Ketua Sarah Louis serta Hakim Anggota Arief Hakim dan Tiwik, meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Akbar untuk segera membuat tuntutan.

“Saya minta waktu dua pekan Yang Mulia,” pinta Andi.

Berdasarkan pernyataan JPU tersebut, maka sidang beragendakan tuntutan untuk terdakwa Ikrima, ditunda selama dua pekan, tepatnya akan diadakan pada Selasa (6/10) di Pengadilan Negeri Batam. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar