Kran Impor Pangan Dibuka, Importir di Kepri Tidak Otomatis Bisa Impor

196
Pesona Indonesia
Beras impor. Foto: jpnn
Beras impor. Foto: jpnn

batampos.co.id – Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengizinkan impor bahan pangan untuk Kepri. Kendati begitu, importir pangan di Batam tidak bisa langsung melakukan impor begitu saja, tapi harus terlebih dahulu mengantongi izin dari Kemendag beserta besaran kuota yang diberikan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 10 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 27 tahun 2012 tentang Impor Bahan Pangan di kawasan FTZ BBK.

Langkah pertama yang harus dilakukan, Gubernur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi akan menghitung lebih dahulu kebutuhan riil bahan pangan di Batam, Bintan, dan Karimun. Tentunya meminta masukan data dari Disperindag di wilayah FTZ Batam, Bintan, dan Karimun itu.

Setelah kuota riil diperoleh, pejabat Gubernur Kepri mengusulkan ke Kemendag kuota tersebut, termasuk mengusulkan nama-nama importir dari masing-masing wilayah FTZ. Tentunya importir yang diusulkan sudah memiliki izin dari Badan Pengusahaan masing-masing kawasan FTZ.

Kemendag kemudian mengkaji usulan kuota impor bahan pangan tersebut. Jika sesuai dengan kebutuhan riil, maka barulah izin impor diberikan yang kuotanya dibagikan pada importir yang mengantongi izin dan punya track record yang baik.

Rekomendasi kuota impor kepada para importir ini nantinya akan ditembuskan juga Kemendag ke Badan Pengusahaan dan Bea Cukai masing-masing kawasan FTZ. Para importir juga wajib melaporkan ke BP Batam kuota impor bahan pangan yang mereka kantongi dari Kemendag. Setelah itu, barulah importir boleh melakukan impor dengan pengawasan ketat oleh Bea dan Cukai (BC).

Pejabat Gubernur Kepri Agung Mulyana mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menghitung kuota kebutuhan bahan pangan sesuai kebutuhan riil masyarakat Kepri di BBK. Setelah itu, barulah kuotanya diusulkan ke Kemendag.

“Kami akan segera mengirimkan surat tentang kebutuhan bahan pangan di Kepri. Kemendag juga akan segera meresponnya,” ujar Agung, usai bertemu dengan Mendag Thomas Lembong di Jakarta (22/9/2015) kemarin. (bpos/nur)

Respon Anda?

komentar