Pinjam Rp 2 Miliar, Janji Kembalikan Rp 5 Miliar Dalam 2 Minggu

573
Pesona Indonesia

 

Terdakwa Arief Guntoro saat sidang di PN Batam, Selasa, (22/9), Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos
Terdakwa Arief Guntoro saat sidang di PN Batam, Selasa, (22/9), Foto: Fitri Hardiyanti untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa atas perkara penipuan yang dilakukan terdakwa Arief Guntoro bin Soejitno terhadap Warga Negara Malaysia Akmar bin Sa’ad, digelar di Pengadilan Negeri Batam pada Selasa (22/9) siang.

Menjawab dari pertanyaan Hakim Ketua Sarah Louis didampingi Arief Hakim dan Tiwik, terdakwa mengaku menerima uang dari korban melalui transfer maupun tunai dengan total sebesar Rp 2 miliar. Dari uang tersebut digunakannya untuk ia setor ke perusahaannya PT Argo Putra Mandiri yang sedang mendapat pengerjaan proyek di Kuala Lumpur.

“Uang itu langsung saya setor ke perusahaan dan murni tidak saya pakai,” ujarnya.

Namun ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan meminta bukti tertulis atas transfer yang ia lakukan itu, terdakwa berdalih mengatakan tidak sempat meminta buktinya dan sedang dalam proses agar bukti tersebut bisa ia perlihatkan.

“Tidak mungkin gak ada buktinya, uang yang dikirim bukan sedikit, kenapa tidak ada bukti untuk diperlihatkan ke pak Akmar, kan duit dia,” tegas JPU Wawan.

Selain itu, Majelis Hakim juga menanyakan kepada terdakwa kenapa bisa menjanjikan korban dengan pengembalian dananya ditambah bunga 1,5 persen sehingga berjumlah Rp 5 miliar.
Alasan terdakwa, bahwa ia tidak ada menjanjikan demikian melainkan karena terpaksa untuk menyampaikan dan menandatangani surat perjanjian mengenai itu.

“Saya terpaksa Yang Mulia, itu bos saya Jhon yang menjanjikan sebenarnya,” dalih terdakwa.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, diketahui terdakwa Arief Guntoro telah melakukan penipuan kepada Akmar dengan alasan peminjaman sementara agar perusahaannya bisa lancar mendapatkan pinjaman dari HSBC Hongkong sebesar 100 juta dolar Amerika atau setara Rp 1,2 Triliun. Ia menjanjikan kepada korban akan dikembalikan dalam waktu 2 minggu kemudian dan melipat gandakan pinjaman dana tersebut dengan bunga 1,5
persen yang menjadi Rp 5 Miliar.

Namun dari keterangan saksi korban pada sidang sebelumnya, dana tersebut justru tak kunjung kembali dalam waktu 2 minggu dan bahkan ia sudah sabar menunggu hingga hampir 2 tahun, dan tetap juga tidak mendapatkan dananya itu. Atas dasar itulah, korban melapor ke pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa Arief Guntoro, Majelis Hakim melanjutkan sidang terhadapnya dengan agenda tuntutan pada Selasa depan, tanggal (29/9/2015). (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar