639 Gram Sabu dan 5.821 Gram Ganja Dimusnahkan

188
Pesona Indonesia
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polresta Barelang, Rabu (23/9). F. Johannes Saragih/Batam Pos
Pemusnahan barang bukti narkoba di Polresta Barelang, Rabu (23/9). F. Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang kembali memusnahkan barang bukti hasil tangkapan narkotika jenis sabu dan ganja kering, Rabu (23/9) pagi. Adapun barang bukti yang dimusnahkan berjumlah 639 gram sabu serta daun ganja kering seberat 5.821 gram.

Untuk narkotika jenis sabu dimusanahkan dengan cara dibakar, sementara ganja kering dibakar. Pemusnahan ini turut disaksikan para tersangka, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Batam, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery melalui melalui Wakasat AKP Joko Purnawanto mengatakan barang bukti tersebut merupakan hasil tangkapan terhadap 4 tersangka.

Mereka diamankan di lokasi berbeda yakni, Pelabuhan Internasional Batamcentre, Bandara dan Pelabuhan Beton Sekupang.

“Tersangka menggunakan modus lama dengan memasukkan atau menyelipkan barang bukti di anggota tubuh,” kata Joko.

Para tersangka ini diantaranya, M. Razali yang tertangkap tangan membawa satu paket sabu di Pelabuhan Internasional Batamcentre. Ia menyelundupkan sabu seberat 122 gram yang dibalut menggunakan lakban warna hitam. Ditambah M Zubir dengan barang bukti dua paket narkoba jenis sabu.

Selanjutnya, tersangka Ahyar bin Ali. Ia ditangkap di Bandara Hang Nadim pada Sabtu (29/8) sekitar 07.00 WIB. Dari tangannya petugas mengamankan sabu seberat 429 gram. Serta tersangka M Zuhairi yang diamankan di PBS dengan barang bukti ganja kering seberat 5.900 gram.

“Para tersangka menjadi kurir yang dibayar upah dari 3 hingga 6 Juta,” terang Joko.

Ia menambahkan seluruh barang bukti yang diamankan itu rencanya diedarkan di wilayah Batam dan Tanjungpinang. Untuk narkotika jenis sabu diselundupkan dari Malaysia.

“Memang targetnya seputaran Batam dan Tanjungpinang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang tersangka Zuhairi mengatakan mendapat upah Rp 6,2 juta untuk mengantarkan paket ganja dari Aceh ke Batam. Ia mengaku nekat menjadi kurir narkoba karena desakan ekonomi.

“Ibu saya sakit butuh uang. Baru sekali ini saya bawa,” tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk ini. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar