Alamak…, Loloskan Program Bazar Sembako Rp 3 Miliar, Tim Anggaran Pemko Dituding Gunakan Data Palsu

173
Pesona Indonesia
Bazaar sembako murah Pemko Batam beberapa waktu lalu. Foto: media centre Pemko Batam
Bazaar sembako murah Pemko Batam beberapa waktu lalu. Foto: media centre Pemko Batam

batampos.co.id – Tim anggaran pemko Batam menggunakan data palsu untuk meloloskan program bazar sembako senilai Rp 3 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Batam 2015. Alasan program tersebut diambil berdasarkan rekomendasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri untuk mengatasi inflasi di Kota Batam.

“Saya sudah konfirmasi Bank Indonesia (BI) salah satu lembaga yang masuk di TPID. Menyangkal adanya rekomendasi itu,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, Rabu (23/9).

Tidak adanya rekomendasi tersebut, lanjut Budi, sudah disanggah dalam bentuk surat resmi ke lembaga DPRD Kota Batam. “Sudah ada suratnya,” kata Budi.

Budi Mardianto mengatakan, rekomendasi yang diutarakan tim anggaran pemko hanya akal-akalan untuk meloloskan anggaran itu. “Karena kenyataannya rekomendasi itu tak ada. Kami akan minta penjelsan dan pertanggungjawabannya di finalisasi APBD-P,” kata Budi.

Menurut BI, lanjut Budi, rekomendasi bazar sembako disarankan dilakukan untuk triwulan pertama tahun 2015 saja, sekitar bulan maret lalu. “Bukan untuk program kedepannya. Ini bisa disalahgunakan,” tuturnya.

Karenanya, Budi akan menolak program yang ditolaknya sejak diajukan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam di Komisi II DPRD Kota Batam. “Kita sejak awal sudah menolak ini,” ungkapnya.

Namun Bazar sembako ini lolos ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam untuk dijadikan platfom. Karena kalah banyak dengan wakil rakyat yang pro dengan program ini, setelah dilakukan voting.

Budi menambahkan alasannya menolak program tersebut, karena sebelumnya tak tepat sasaran. Bahkan, disalahgunakan oknum pegawai kelurahan dan Kecamatan.

Selain itu, dana penjualan bazar sembako murah juga tidak jelas masuk ke pos anggaran mana. “Anggaran kita defisit, kami ingin anggaran yang ada diprioritaskan untuk kepentingan orang banyak yang lebih penting dari bazar sembako,” tuturnya.

Diketahhui, program ini sempat menjadi pembahasan yang alot di Banggar maupun Komisi II DPRD Kota Batam. “Satu orang (oknum PNS) bisa menerima sepuluh paket,” kata Idawati Nursanti saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi II DPRD bersama Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam, Selasa (8/9).

Bazar sembako murah senilai Rp 3 miliar di APBDP perlu ditinjau ulang. Anggaran tiga bulan, sama persis dengan dana yang diajukan untuk program yang sama untuk delapan bulan. “Penambahan anggaran tak masuk akal,” ungkap wanita yang berprofesi sebagai dokter ini.

Angota Komisi II lainnya, Firman Ucok Tambusai pesimis bazar sembako bisa dilaksanakan dengan baik. “Hanya golongan tertentu saja yang dapat (sembako murah),” ungkap Firman.

Menurutnya banyak yang bermain, terutama oknum pegawai. Bahkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini mengaku memiliki bukti foto ketika pegawai Kecamatan menyimpan lima hingga enam paket sembako murah di dalam kendaraannya. “Yang pakai mobil dapat, tapi kaki pincang (miskin) malah tak dapat,” ungkap Ucok mengucapkan Istigfar.

Anehnya, meskipun banyak ditentang, usai RDP Sekretris Daerah (Sekda) Kota Batam yakin anggarna itu disetujui. Keyakinannya itu terwujud, Bazar sembako lolos hingga platform APBD-P. (hgt/bpos)

 

Respon Anda?

komentar