Ayah, Ibu, dan Anak Luka-Luka Ditabrak, Polantas Dinilai Lalai

396
Pesona Indonesia

 

Lalulintas kendaraan di Simpang Jam Batam. Foto: www.batamexpat.com
Lalulintas kendaraan di Simpang Jam Batam. Foto: www.batamexpat.com

batampos.co.id – Kecelakan yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Simpang Jam, Kamis (17/9) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Kecelakaan antara sepeda motor Yamaha Mio BP 4994 GR dan Yamaha Vixion BP 5472 EK tersebut dinilai akibat kelalaian petugas Satuan Lalu-lintas yang berada di lokasi.

Kecelakaan ini juga menyebabkan pengendara sepeda motor Yamaha Mio yang terdiri dari pasangan suami istri (pasutri), Somimin, Juliana dan anaknya, Meka mengalami luka-luka. Bahkan, Juliana mengalami patah tulang di empat bagian tubuhnya akibat dihantam sepeda motor yang dikendarai Heri.

Dikatakan kakak korban, Edi Martono, kecelakaan itu terjadi saat adiknya sekeluarga hendak pulang dari Batamcentre menuju Sekupang dan berhenti di trafiick light Simpang Jam. Saat itu, kondisi lampu menunjukkan warna merah.

“Karena lampu merah, adik saya otomatis berhenti. Dan arus dari Baloi menuju Batuampar hijau,” ujar Edi kepada Batam Pos, kemarin (23/9) siang.

Ia mengatakan disaat yang sama, petugas Satlantas di lokasi mengintruksikan seluruh pengendara dari Batamcentre menuju Sekupang agar terus melaju. Hingga akhirnya, dua pengendara dari arus berlawanan bertemu.

“Adik saya kebetulan posisi kendaraannya paling depan. Dan langsung ditabrak pengendara dari arah Baloi. Mungkin polisi menginstruksikan maju karena ada pejabat yang mau lewat,” terang Edi, yang juga sebagai Ketua Serikat Karyawan PT Pos Indonesia Batam tersebut.

Menurut Edi, kecelakaan itu murni akibat kelalaian petugas kepolisian di lokasi. Seharusnya, petugas tersebut harus memperhatikan arus lainnya jika menginstruksikan salah satu arus terus berjalan.

“Jika satu arus disuruh jalan, arus yang lain tentu harus diperhatikan juga,” tegasnya.

Edi juga berharap polisi bisa mengevaluasi dan mengutamakan keselamatan pengendara masyarakat. Sementara korban direncanakan di rujuk ke rumah sakit di luar Batam untuk menjalani operasi.

“Kalau memang ada pejabat datang, jangan lupa dengan keselamatan masyarakat biasa. Jangan sampai korban lain berjatuhan,” pungkasnya.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Henry Andhar Sibarani mengatakan belum mengetahui adanya kecelakaan akibat kelalaian anggotanya tersebut. Ia mengaku akan melakukan pengecekan dan memeriksa annggota itu.

“Saya baru tau ada kejadian ini. Nanti saya langsung cek,” tegasnya.

Ia menjelaskan dalam kondisi dan situasi kecelakaan tersebut anggota polisi yang berada di lapangan atau di jalan harus bisa merekayasa arus agar tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan.

“Kalau ada pejabat atau darurat, petugas harus bisa merekayasanya,” tutup Andhar. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar