Bayi Yang Dibuang di TPS Dimakamkan di Temiang

383
Pesona Indonesia
Petugas Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. foto: dalil harahap / batampos
Petugas Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Setelah tiga hari disimpan di ruangan pendingin Kamar Jenazah Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Sekupang, akhirnya bayi malang yang dibuang ibu kandungnya sendiri dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Temiang, Rabu (23/9).

Pantauan Batam Pos, pemakaman berlangsung singkat dan tanpa dihadiri ibu kandungnya, N, 15. Di ruangan tahanan, N, masih lemas usai melahirkan. Ia tampak pucat. Beberapa saudara dan kerabat silih berganti mengunjungi wanita berambut panjang tersebut.

“Belum dikasih nama,” ujar N singkat ketika Batam Pos menanyakan nama bayi yang dilahirkannya sendiri tersebut.

Sementara itu, ayah N, DH, mengaku juga belum memberikan nama kepada cucu pertamanya tersebut. Ia mengaku sibuk, lantaran setelah diusir warga, bapak lima anak ini belum tahu tinggal dimana. “Apalagi kini setiap hari kami harus ke Polsek,” ucapnya lugu.

Diberitakan sebelumnya, Warga Seiharapan digegerkan dengan penemuan mayat bayi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) STC Mall, Seiharapan, Sekupang, Minggu (20/9). Bayi berjenis kelamin laki-laki ini, ditemukan terbungkus kantong plastik hitam sekitar pukul 08.30 WIB.

Namun hasil autopsi, bayi yang dilahirkan N itu ternyata meninggal saat dilahirkan karena terminum air ketuban.

Kendati demikian, anak di bawah umur ini tetap diperoses hukum. Namun Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Erry Syahrial meminta polisi tidak menahan N karena masih tergolong anak di bawah umur. Selain itu, N, harus dilindungi karena ia dihamili oknum aparat di Tanjungpinang. N juga wajib didamping psikolog saat diperiksa biar traumanya berkurang.

“Kami akan surati Kapolsek┬áSekupang, Kompol Afrizon, agar N tidak ditahan. Kalaupun ditahan tidak dicampur dengan tahanan lain, di tempat yang ramah anak,” ujarnya. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar