Bazar Sembako Pemko Batam Telan Biaya Rp 3 Miliar

225
Pesona Indonesia
foto: Johannes Saragih / batam pos
foto: Johannes Saragih / batam pos

batampos.co.id – Tim anggaran Pemko Batam menggunakan alasan palsu untuk meloloskan program bazar sembako senilai Rp3 Miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Batam 2015.

Alasan program tersebut diambil berdasarkan rekomendasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri untuk mengatasi inflasi di Kota Batam.

“Saya sudah konfirmasi Bank Indonesia (BI) salah satu lembaga yang masuk di TPID. Menyangkal adanya rekomendasi itu,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Budi Mardianto, Rabu (23/9).

Tidak adanya rekomendasi tersebut, lanjut Budi. Sanggahan tersebut dalam bentuk surat resmi ke lembaga DPRD Kota Batam.

“Sudah ada suratnya,” kata Budi.

Budi Mardianto mengatakan, rekomendasi yang diutarakan tim anggaran Pemko hanya akal-akalan untuk meloloskan anggaran itu.

“Karena kenyataannya rekomendasi itu tak ada. Kami akan minta penjelsan dan pertanggungjawabannya di finalisasi APBD-P,” kata Budi Mardianto.

Menurut BI, lanjut Budi, rekomendasi bazar sembako disarankan dilakukan untuk triwulan pertama tahun 2015, sekitar bulan maret lalu.

“Bukan untuk program kedepan. Ini disalahgunakan,” tuturnya.

Karenanya Budi akan menolak program ini sejak diajukan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam di Komisi II DPRD Kota Batam.

“Kita (maksudnya ‘Kami’, red)  sejak awal sudah menolak ini,” ungkapnya.

Namun Bazar sembako ini lolos ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam untuk dijadikan plafon. Sebab wakil rakyat banyak yang pro dengan program ini, setelah dilakukan voting.

Budi menambahkan alasanny menolak program tersebut, karena sebelumnya tak tepat sasaran. Disalahgunakan oknum pegawai kelurahan dan Kecamatan. Selain itu dana penjualan bazar sembako murah juga tidak jelas masuk ke pos anggaran mana.

“Anggaran kita defisit, kami ingin anggaran yang ada diprioritaskan untuk kepentingan orang banyak, yang lebih penting dari bazar sembako,” tuturnya.

Program ini sempat menjadi pembahasan yang alot di Banggar maupun Komisi II DPRD Kota Batam.

“Satu orang (oknum PNS) bisa menerima sepuluh paket,” kata Idawati Nursanti saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi II DPRD bersama Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Batam, Selasa (8/9).

Bazar sembako murah senilai Rp3 Miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) perlu ditinjau ulang. Anggaran tiga bulan, sama persis dengan dana yang diajukan untuk program yang sama untuk delapan bulan.

“Penambahan anggaran tak masuk akal,” ungkap wanita yang berprofesi dokter ini.

Angota Komisi II lainnya, Firman Ucok Tambusai pesimis bazar sembako bisa dilaksanakan dengan baik.

“Hanya golongan tertentu saja yang dapat (sembako murah),” ungkap Firman.

Menurutnya banyak yang bermain, terutama oknum pegawai. Bahkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini mengaku memiliki bukti foto ketika pegawai Kecamatan menyimpan 5 hingga enam paket sembako murah di dalam kendaraannya.

“Yang pakai mobil dapat, tapi kaki pincang (miskin) malah tak dapat,” ungkap Ucok.

Anehnya, meskipun banyak ditentang, usai RDP Sekretris Daerah (Sekda) Kota Batam yakin anggaran itu disetujui. Keyakinannya itu terwujud, Bazar sembako lolos hingga plafon APBD-P. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar