Tabrak Guru Ngaji hingga Tewas, Oknum Polantas Harus Tanggungjawab

416
Pesona Indonesia
Motor korban laka tewas yang di tabrak oleh oknum Polisi di Simpang Jam, Sabtu lalu di amankan di Polresta Barelang, Selasa (22/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Motor korban laka tewas yang di tabrak oleh oknum Polisi di Simpang Jam, Sabtu lalu di amankan di Polresta Barelang, Selasa (22/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Kecelakaan maut yang menewaskan Mualim, guru ngaji di salah satu pesantren Patam Lestari, Sekupang dinilai akibat kesalahan pihak kepolisian. Dalam kejadian ini, polisi yang mengendarai mobil dinas patroli Shabara Polda Kepri menerobos traffick light yang baru menyala merah.

Rn, salah seorang saksi mata, mengatakan kecelakaan itu terjadi ketika korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah BP 2246 GC, melaju dari arah Batamcentre menuju Sekupang. Sementara, mobil patroli tersebut melaju kencang untuk mengejar perubahan lampu traffick light.

“Setelah lampu hijau, korban langsung jalan. Dilain sisi, polisi kencang karena mengejar lampu yang berubah merah,” kata Rn, Selasa (22/9).

Dalam kecelakaan tersebut, mobil patroli menghantam bagian depan motor yang menyebabkan korban terseret sejauh 10 meter. Kondisi sepeda motor tersebut ringsek, sementara korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Awal Bross (RSAB).

“Awalnya mobil itu tidak langsung berhenti, setelah itu ada satu polisi yang turun untuk melihat. Tapi akhirnya korban dibawa ke rumah sakit,” terang warga Seipanas ini.

Menurutnya, saat melaju kencang, mobil patroli hanya menghidupkan lampu serine tanpa disertai suara. Hal ini membuat, para pengendara dari arah berlawan tak mengetahuinya.

“Mobilnya cuma klakson saja. Karena korban paling depan langsung ditabrak. Kalau telat sedikit, pasti banyak korbannya,” tuturnya.

Ia menambahkan dalam mobil patroli tersebut terdapat 3 anggota kepolisian. Menurutnya, anggota polisi tersebut merupakan saksi kunci dalam kecelakaan yang menewaskan Mualim, murni akibat kesalahan pihak kepolisian.

“Kuncinya ada pada polisi itu. Dalam penglihatan saya, memang polisi menabrak motor yang baru saja berjalan. Korban dijalur yang benar,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mualim, guru mengaji di pesantren wilayah Patam Lestari, Sekupang, tewas dalam kecelakaan di Simpang Jam, Sabtu (19/9) malam. Mualim yang mengendarai sepeda motor tersebut ditabrak mobil patroli Polda Kepri.

Mualim sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), namun nyawanya tak tertolong pada Minggu (20/9). Ia mengalami pendarahan dibagian hidung dan telinga. Oknum Polantas yang menabrak harus bertanggungjawab. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar