Batam Dikepung Asap dari Kalimantan dan Sumatera, ISPU 257, Terburuk dan Terlama

358
Pesona Indonesia
Kondisi udara di Batam. foto: dalil harahap / batampos
Kondisi udara di Batam.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kabut asap yang melanda Batam sejak Rabu (23/9) malam hingga Kamis (24/9) pagi kemarin tergolong yang terburuk selama beberapa pekan terakhir. Pasalnya, data dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) stasiun Simpang Jam menunjukkan kualitas udara Batam tergolong Sangat Tidak Sehat dan berada di angka 257.

“Itu angka tertinggi, terburuk dan terlama sejak sore kemarin sampai pagi tadi (kemarin),” ujar Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo, Kamis (24/9).

Dendi mencatat, pada Kamis pukul 05.00 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai 257, atau berada pada level sangat tidak sehat. Begitu juga pada pukul 06.00 WIB, ISPU juga mencatatkan nilai yang sama.

Namun, sehari sebelumnya, Rabu pagi, ISPU sempat rendah, yaitu 62. Kemudian pada pukul 12.00 WIB meningkat menjadi 144, pukul 14.00 WIB turun menjadi 122 dan pada pukul 16.00 WIB naik kembali menjadi 129, dan pada pukul 17.00 WIB ISPU kembali melonjak hingga 172.

“Rabu pada pukul 19.00 WIB, ISPU menyentuh 241 dan pada pukul 20.00 WIB ISPU 257,” ungkapnya.

Asap yang mengepung Batam tersebut, ia melanjutkan, merupakan imbas dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hal itu berdasarkan analisis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Dampak asap yang menimpa Batam, Karimun, Singapura dan Johor akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat,” bebernya.

Berdasarkan data kementerian, sejumlah titik api nampak di Sumatera bagian tengah sampai selatan, dan juga Kalimantan bagian barat dan selatan. Tiupan angin dari pusat kebakaran itu semuanya mengarah ke Batam dan ujung Semenanjung Malaka (sebagian Johor Malaysia dan Singapura).

Padahal, pada hari-hari normal, ISPU di Batam hanya bekisar 50 hingga 60. Dendi menjelaskan, ISPU 0-50 berarti baik, 51-100 berarti sedang, 101-199 berarti tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat dan di atas 300 artinya berbahaya.

“Tapi ini masih fluktuatif (naik dan turun), kita akan pantau terus,” kata dia.

Dendi mengimbau seluruh warga menghindari kegiatan di luar ruangan. Bila terpaksa, diminta menggunakan masker agar terhindar dari paparan kabut asap.

“Siang ini (kemarin) Bapedalda juga membagikan 5000 masker untuk pengguna jalan di Simpang Kabil dan Simpang Jam,” kata Dendi.

Terpisah, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan juga meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan. Namun, jika membutuhkan masker karena harus beraktivitas di luar, Dahlan mempersilahkan masyarakat Batam mengambil masker gratis ke Dinas Kesehatan Kota Batam di Sekupang.

“Kita sudah sediakan, silahkan datang ke Dinas Kesehatan pada hari kerja,” katanya. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar