Busyaiyah Asal Embarkasi Batam Jadi Korban di Mina

Memisahkan Diri, 12 Jamaah Hilang

300
Pesona Indonesia
Busyaiyah
Busyaiyah

batampos.co.id – Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menyatakan satu orang jamaah haji asal Embarkasi Batam, Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (50) turut wafat dalam insiden saling berdesakan dan terinjak di Mina, Arab Saudi yang terjadi pada Kamis (23/9) lalu.

“Betul, Ibu Busyaiyah wafat dalam kejadian di Mina,” ujar Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Mazdjad, kemarin.

Berdasar manifest penerbangan di Embarkasi Batam, Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (50) berjenis kelamin wanita dengan nomor paspor A2708446 asal Jalan Muhammad Hambal No 6, Kelurahan Akcaya, Kecamatan pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ia berangkat ke Tanah Suci pada Senin (7/9) lalu dan tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) BTH-014 Embarkasi Batam.

Baca Juga: Wakil Dubes RI: Tiga Jamaah Haji Indonesia di Insiden Mina, Satu dari Batam

Menurut Mazdjad, berdasar informasi yang ia terima dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pontianak, korban tewas karena terinjak saat insiden desak-desakan di Mina itu terjadi. Diduga, kata ia, korban yang berangkat menunaikan ibadah haji bersama suami dan anaknya tersebut tak mengikuti jadwal melontar jumrah sesuai ketentuan.

Pasalnya, ujar dia, jamaah haji Indonesia semestinya pergi ke Mina untuk melempar jumrah setelah salat zuhur. Namun, korban bersama beberapa orang asal kloter 14 membentuk rombongan kecil dan diduga berangkat pagi dan bergabung dengan jamaah haji asal negara lain seperti Afrika dan Asia Selatan yang dijadwalkan lebih dulu melontar jumrah.

“Bahkan, suami dan anaknya hingga kini masih hilang, itu berdasar laporan dari kerabatnya yang lain yang juga naik haji dan menginformasikan langsung pada pihak keluarga di Pontianak,” jelas Mazdjad.

Sampai saat ini, dia melanjutkan, petugas kloter 14 masih mencari keberadaan 12 jamaah haji lain asal Embarkasi Batam yang belum ketemu. Karena itu, Mazdjad mengatakan masih akan menunggu perkembangan informasi dari Kementerian Agama maupun laporan langsung dari pendamping haji di Tanah Suci.

“Kita akan sampaikan terus jika ada update (pembaruan) kabar,” kata dia. (rna)

Respon Anda?

komentar