Ini Kondisi Warga Tiban yang Dihajar 8 Oknum Polisi

236
Pesona Indonesia
Agus, warga Tiban yang dihajar delapan oknum polisi. Foto: istimewa
Agus, warga Tiban yang dihajar delapan oknum polisi. Foto: istimewa

batampos.co.id – kriminal tidak hanya melibatkan warga sipil biasa, tapi juga oknum petugas. Seperti yang dialami seorang warga Tiban I, Sekupang bernama Agus. Dia dikeroyok delapan oknum anggota Sabhara Polresta Barelang hingga babak belur di jembatan Seiladi, Baloi, Rabu (24/9) dini hari. Pria 21 tahun itu terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB).

Kemarin, Agung ditemani orangtuanya terpaksa melaporkan oknum anggota polisi tersebut karena perbuatan mereka dinilai lebih mirip preman. ”Kita buat laporan dan anak saya (Agus) sedang diperiksa di dalam (ruang penyidik Satreskrim),” ujar Wagino, ayah korban di Mapolresta Barelang, kemarin.

Ia menyayangkan tindakan oknum polisi tersebut hingga menyebabkan pembengkakan bagian kepala dan gangguan pendengaran. Menurutnya, oknum yang melakukan pengroyokan itu tidak memiliki rasa kemanusiaan.

”Kalau anak saya salah bisa dibawa dengan cara baik-baik. Tidak harus digebukin, diinjak-injak seperti ini,” keluhnya.

Sementara dari pengakuan Edi, rekan Agus, pengeroyokan itu terjadi saat oknum polisi tersebut membubarkan paksa sekelompok remaja yang berada di sekitar SPBU Baloi. Saat itu, Agus yang mengendarai motor Honda Beat dengan nopol BP 2908 MH memutuskan kabur menuju Seiladi.

”Awalnya mau pulang, tapi di pendakian Soutlink ada polisi razia. Makanya balik ke SPBU,” katanya.

Ia menambahkan, pembubaran paksa itu berujung pada pengejaran anggota polisi terhadap sekelompok remaja. Agus sendiri setiba di Seiladi dipaksa turun dari sepeda motor dan langsung mendapat bogem mentah dari oknum polisi tersebut.

”Kami dikejar, tiba di jembatan (Seiladi) di suruh turun. Agus ditumbuk, lalu diinjak-injak pakai sepatu. Saya juga dipukulin pakai helm. Setelah tak berdaya motor kami diamankan,” terangnya.

Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Faisal, membantah anggotanya melakukan pengeroyokan. Ia mengaku anggotanya melakukan patroli dengan target membubarkan tongkrongan remaja yang diduga sebagai anggota geng motor.

”Kita tadi malam tidak lewat situ (lokasi). Kalau mau lapor Propam silahkan, biar kita cek kebenarannya,” jawab Faisal, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar