Jarak Pandang hanya 600 Meter, Penerbangan dari dan ke Batam Terganggu

332
Pesona Indonesia
Suasana bandara Hang Nadim, Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Suasana bandara Hang Nadim, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kalau Anda kemarin membincangkan kondisi udara Batam yang tak bermentari rupanya saat itu ialah kejadian paling buruk.

Rupanya menurut catatan Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, pada Kamis (24/9) pukul 08.00 jarak pandang hanya 600 meter. Ini merupakan jarak pandang paling buruk, dalam sejarah Hang Nadim, selama kabut asap menyerang Batam rentang waktu satu bulan ini.

Jarak pandang yang begitu pendek. Menganggu penerbangan di Hang Nadim. Setidaknya ada dua penerbangan yang divert dan tiga delay.

Ada juga pembatalan penerbangan.

“Jarak pandang dibawah normal tadi pagi,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, saat dihubungi Kamis (24/9).

Ia menjelaskan penerbangan yang mengalami divert yakni penerbangan dari Jakarta- Batam. Dua pesawat harus mengalihkan penerbangan ke Medan.

“Lion dan Citilink,” ucapnya.

Sementara itu penerbangan yang mengalami delay yakni dari Batam ke Medan, Jakarta dan Palembang. Jarak pandang yang pendek, tidak memungkinkan untuk “take off”.”Garuda dan Citilink yang delay. Ada yang satu jam, ada yang dua jam,” ungkapnya.

Dampak tak langsung kabut asap di Bandara Internasional Hang Nadim Batam ialah  setidaknya ada sepuluh penerbangan yang mengalami pembatalan.

Dijelaskan oleh Suwarso, Maskapai Lion Air batalkan penerbangan Jambi-Batam-Jambi, Batam-Pekanbaru, Batam-Medan, Batam-Lampung, Batam-Semarang. Maskapai Citilink membatalkan penerbangan Batam-Pekanbaru dam Batam-Padang.

“Sedangkan Nam air/Sriwijaya, batalkan penerbangan Jambi-Batam-Medan. Pulang pergi,” ucapnya.¬† (ska/jpnn)

Respon Anda?

komentar