12 Jamaah Haji Pontianak Hilang dalam Tragedi Mina

519
Pesona Indonesia

jumrahbatampos.co.id – Selain seorang meninggal, 12 jamaah dinyatakan hilang dalam tragedi Mina, Kamis (23/9) lalu. Mereka merupakan jamaah yang tergabung dalam Kloter 14 asal Pontianak, Kalimantan Barat. Demikian keterangan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam.

Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Mazdjad, mengatakan insiden ini berawal ketika sejumlah jamaah dari Kloter 14 Embarkasi Batam memisahkan diri dari rombongan saat hendak melempar jumrah di Mina.

“Mereka membentuk kelompok kecil dan bergabung dengan jamaah haji dari negara lain,” kata Mazdjad, seperti dikutip dari koran Batam Pos, Jumat (25/9).

Dia menjelaskan, kelompok kecil yang memisahkan diri ini diduga bergabung dengan jamaah haji dari Afrika dan Asia Selatan yang dijadwalkan melempar jumrah lebih awal dari jamaah haji asal Indonesia.

“Jamaah haji Indonesia semestinya melempar jumrah setelah zuhur,” katanya.

Namun ke-12 jamaah haji yang hilang tersebut berangkat sejak pagi dengan harapan bisa melempar jumrah lebiih awal. Namun nahas, mereka terjebak dalam kemacetan perjalanan rombongan haji yang kemudian terjadi aksi saling dorong dan menyebabkan ratusan jamaah meninggal.

“Sampai saat ini petugas Kloter 14 Embarkasi Batam masih mencari 12 jamaah tersebut,” katanya.

Selain 12 jamaah hilang, dalam rombongan kecil yang memisahkan diri itu ditemukan satu jamaah tewas bernama Busyaiyah Syahrel Abdul Gafar (bukan Syaisiyah Syahril Abdul Gafar). Informasi sementara, dari 12 jamaah yang belum ditemukan itu termasuk anak dan suami Busyaiyah.

“Betul, Ibu Busyaiyah wafat dalam kejadian di Mina,” ujar Mazdjad kemarin.

Berdasar manifest penerbangan di Embarkasi Batam, Busyaiyah berjenis kelamin wanita dengan nomor paspor A2708446 asal Jalan Muhammad Hambal No 6, Kelurahan Akcaya, Kecamatan pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ia berangkat ke Tanah Suci pada Senin (7/9) lalu dan tergabung dalam Kelompok Terbang (kloter) BTH-014 Embarkasi Batam.

Menurut Mazdjad, berdasar informasi yang ia terima dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Pontianak, korban tewas karena terinjak saat insiden desak-desakan di Mina itu terjadi.

Mazdjad mengatakan masih akan menunggu perkembangan informasi dari Kementerian Agama maupun laporan langsung dari pendamping haji di Tanah Suci.

“Kami akan sampaikan terus jika ada update (pembaruan) kabar,” kata dia.(rna/jpnn)

Respon Anda?

komentar