Gara-Gara Asap, Sudah Dua Hari Pelabuhan Telagapunggur Tutup Lebih Cepat

272
Pesona Indonesia
Kabut asap tebal yang mengganggu aktifitas di daerah perairan di Batamr, Jumat (25/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Kabut asap tebal yang mengganggu aktifitas di daerah perairan di Batamr, Jumat (25/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan Domestik Telagapunggur tutup tiga puluh menit lebih cepat, dua hari belakangan. Alasannya, kabut asap yang pekat.

“Kebijakan ini diambil untuk keselamatan pelayaran. Jarak pandang ketika pelayaran itu pendek karena asap,” tutur Erwin Syahrizal, Syahbandar Pelabuhan Domestik Telagapunggur.

Jarak pandang normal adalah 1,5 – 2 mil. Beberapa minggu belakangan, jarak pandangnya menurun ketika sore. Kapal Sabang Marindo yang kandas di Pulau Kubung, Rabu (23/9) lalu, menjadi pelajaran bagi pihak syahbandar.

Apalagi, kapal-kapal yang melayani pelayaran dari dan ke Pelabuhan Domestik Telagapunggur itu tergolong kapal cepat. Jika mereka mendapati kapal lain berada dalam jarak dekat, mereka akan sulit menghindar.

“Semua nakhoda kapal dan operator kapal setuju kalau penutupan dipercepat,” tuturnya lagi.

Akibat penutupan yang lebih cepat ini, tiga pelayaran dari Pelabuhan Telagapunggur dibatalkan. Yakni, dua pelayaran menuju pelabuhan Sri Bintanpura Tanjungpinang, dan satu pelayaran menuju pelabuhan Tanjunguban. Sementara untuk jadwal keberangkatan kapal Ro-Ro juga mengalami perubahan.

“Keberangkatan kapal Roro dipercepat. Jadi, sama, pelabuhan Roro juga tutup pukul 17.30 WIB,” tambahnya.

Erwin memperkirakan, tidak menutup kemungkinan, kebijakan ini akan berlanjut di hari-hari berikutnya. Sebab, Batam masih terpapar kabut asap. Ia berharap, para calon penumpang mengerti dan tidak melakukan protes di kemudian hari.

“Kami akan terus memantau kondisi asap ini. Kalau di pelabuhan, kondisi asap itu memang tidak terlalu terpengaruh. Tapi kalau di tengah laut, kan siapa tahu,” ujarnya. (ceu/bos)

Respon Anda?

komentar