Ini Tiga Kandungan Asap yang Berbahaya

521
Pesona Indonesia
dr Widya Sri Hastuti. Foto: Facebook dr Widya
dr Widya Sri Hastuti. Foto: Facebook dr Widya

batampos.co.id –  Kabut asap kiriman yang melanda Batam akhir-akhir ini dinilai menganggu kesehatan. Ada tiga kandungan dalam asap yang dapat menyebabkan kesehatan terganggu, yakni kandungan Gas, Partikel, serta Panas.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Paru-Paru (SPP) RSUD Embung Fatimah Batam dr Widya Sri Hastuti, Jumat (25/9) Siang.

Menurut Widya gas dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang kemudian dapat mencetus ISPA, Asma, Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) serta Bronkritis, sementara partikel dan panas dapat menyebabkan dapat menyebabkan kerusakan jaringan karena radikal bebas.

“Kalau efek jangka panjangnya berpotensi kerusakan jaringan dalam paru  yakni dapat menyebabkan kanker dalam paru,” kata Widya.

Sementara populasi yang rentan terserang penyakit karena gangguan asap yakni manula atau orang tua yang berada di atas 60 tahun yang mekanisme saluran napasnya tidak begitu bagus.

Selain itu, anak balita di bawah lima tahun lalu orang yang punya penyakit awalnya memiliki riwayat penyakit paru, asma, PPOK serta orang yang sudah punya penyakit kronis.

“Ketika asap muncul penyakitnya jadi kambuh lagi,” ucap Widya.

Menurutnya, akibat kabut asap pasien di poli paru RSUD EF mengalami peningkatan terutama bagi yang mengalami masalah kesehatan paru sebelumnya.

“Satu minggu antara dua sampai sepuluh orang. Minggu lalu masih belum terasa, minggu ini yang lumayan ada,” katanya.

Untuk itu dia menghimbau agar masyarakat dapat mengurangi pajanan asap. Menurutnya masyarakat agar dapat seminimal mungkin keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang berarti dan jika seandainya keluar rumah agar dapat mengenakan masker yang memenuhi standar. Masker yang dianjurkan adalah masker N95 karena mampu menyaring pajanan sampai 95 persen.

“Partikel dibawah lima mikron mampu ditahan sementara  yang biasa yang dibawah lima mikron masih bisa masuk. Jadi partikel yang kecil tidak bisa dihambat dengan masker biasa,” tuturnya.

Selain itu dia juga menghimbau agar masyarakat dapat menjaga stamina dan nutrisi serta istirahat yang cukup sehingga pertahan tubuh kuat dan tidak mudah terinfeksi. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar