Lahan Makam Kian Sempit, Pemakaian Keramik Tidak Dibolehkan Lagi

190
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Lahan di pemakaman khusus muslim Tempat Pemakam Umum (TPU) Seitemiang, semakin padat, sehingga Yayasan Khairul Ummah Madani yang khusus menangani pemakaman muslim mengharapkan agar masyarakat tidak lagi menggunakan keramik pada makam-makam.

“Pake rumput aja supaya kayak taman dan tidak terlihat angker dan mempermudah kita kalau ada penumpangan karena makin sempit juga lahannya,” ujar Parida, Staf Administrasi Yayasan Khairul Ummah Madani, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Parida juga menghimbau agar ahli waris dapat dengan teratur membayar biaya perawatan tahunan. Jika tidak, rencananya makam yang sudah ada sejak 1997 hingga 2010 akan ditumpangi dengan makam yang baru, sementara untuk makam yang ada sejak 2011 hingga sekarang masih diberi toleransi.

“Himbauan ini bagian dari ketegasan kami karena melihat lahan yang semakin banyak yang terisi, lahan baru ada cuman belum bisa digunakan,” terangnya.

Menurutnya himbauan sudah disampaikan, namun masih ada ahli waris yang menganggap sepele dengan himbauan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada penumpangan, kami himbaukan dulu. Udah lama kami himbau sebenarnya tapi masyarakat masih anggap sepele,” katanya.

Di pemakamam khusus muslim sendiri terdapat 15 blok makam dengan biaya yang berbeda, semakin jauh dari jalan raya semakin murah.

“Beda-beda biayanya, yang belakang ada yang biaya awal masuknya Rp400 ribu hingga Rp500 ribu pertama kali masuk dengan biaya perawatan tahunan Rp100 ribu, sementara itu ada juga yang pertama masuknya dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, biaya perawatannya Rp 150 ribu pertahun,” jelas Parida. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar