Lahan Terbatas, Mohon… Makam Jangan Pakai Keramik ya!

378
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Lahan yang tersedia di pemakaman khusus muslim Seitemiang yang dikelola Yayasan Khairul Ummah Madani makin sempit. Pengelola memohon pada masyarakat muslim Batam yang keluarganya meninggal agar tidak lagi menggunakan keramik.

“Pake rumput aja supaya kayak taman dan tidak terlihat angker dan mempermudah kita kalau ada penumpangan karena makin sempit juga lahannya,” ujar Parida, Staf Administrasi Yayasan Khairul Ummah Madani,¬† saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Parida juga mengimbau agar ahli waris dapat dengan teratur membayar biaya perawatan tahunan. Jika tidak, rencananya makam yang sudah ada sejak 1997 hingga 2010 akan ditumpangi dengan makam yang baru, sementara untuk makam yang ada sejak

Blok X, salah satu blok makam orang yang tidak ada identitasnya di TPU Seitemiang, Batam. Foto: Teguh Prihatna
Blok X, salah satu blok makam orang yang tidak ada identitasnya di TPU Seitemiang, Batam. Foto: Teguh Prihatna

hingga sekarang masih diberi toleransi.

“Himbauan ini bagian dari ketegasan kami karena melihat lahan yang semakin banyak yang terisi, lahan baru¬† ada cuman belum bisa digunakan,” terangnya.

Menurutnya imbauan sudah disampaikan, namun masih ada ahli waris yang menganggap sepele dengan himbauan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada penumpangan, kami imbaukan dulu. Udah lama kami imbau sebenarnya tapi masyarakat masih anggap sepele,” katanya.

Di pemakamam khusus muslim sendiri terdapat 15 blok makam dengan biaya yang berbeda, semakin jauh dari jalan raya semakin murah.

“Beda-beda biayanya, yang belakang ada yang biaya awal masuknya Rp400 ribu hingga Rp500 ribu pertama kali masuk dengan biaya perawatan tahunan Rp100 ribu, sementara itu ada juga yang pertama masuknya dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta, biaya perawatannya Rp 150 ribu pertahun,” jelas Parida. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar